Demi Kurangi Sampah Plastik, Dirilis Pembalut dan Masker Ramah Lingkungan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini isu lingkungan sedang menjadi persoalan yang mendapat banyak perhatian dari berbagai negara di dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki sederet masalah lingkungan yang perlu mendapat perhatian khusus.

Menurut catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Indonesia menempati urutan kedua penyumbang sampah plastik ke laut terbesar di dunia. Selain itu, volume sampah plastik di Indonesia bisa mencapai 64 juta ton setiap tahunnya.

President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk , Yuji Ishii menjelaskan, untuk mengurangi dampak pada lingkungan dari penggunaan kantong plastik, pihaknya merilis produk pembalut wanita. Produk kemasan kertas dalam edisi terbatas itu menggunakan 100 persen pulp daur ulang.

"Kami berharap dengan membuat kemasan kertas pada produk pembalut “Charm” dan masker “Protect Pollution”, kami dapat turut serta berkontribusi dalam upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit diurai oleh alam. Peluncuran produk dalam kemasan kertas ini akan menjadi komitmen kami sebagai brand nomor satu Indonesia dan upaya nyata kami untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya.

Dengan diluncurkannya produk Charm dan Protect Pollution kemasan kertas dalam jumlah terbatas, PT Uni-Charm Indonesia Tbk menjadi produsen produk kebutuhan sehari-hari pertama di Unicharm Group yang menggunakan kemasan kertas dengan memakai 100 persen pulp daur ulang.

Keunggulan Kemasan Kertas

Ilustrasi pembalut. (dok.  Sookyung An from Pixabay/Dinny Mutiah)
Ilustrasi pembalut. (dok. Sookyung An from Pixabay/Dinny Mutiah)

Baik pembalut maupun Masker, kedua produk tersebut telah diuji dari sisi tampilan luar kemasan dan produknya dengan asumsi dalam kondisi penyimpanan. Produk tersebut juga telah memenuhi standar yang ditetapkan Uni-Charm Indonesia.

Selain itu, untuk masker karena produk dimasukkan langsung ke dalam kemasan kertas, kami memastikan bahwa tidak ada masalah dengan ada atau tidaknya bau yang menempel pada masker, perubahan warna, dan perekat berulang selama penggunaan.

Kurangi Sampah Plastik

Pembalut vs Tampon, manakah yang terbaik untuk dipakai saat menstruasi? (Sumber Foto: TopYaps)
Pembalut vs Tampon, manakah yang terbaik untuk dipakai saat menstruasi? (Sumber Foto: TopYaps)

Melalui dua produknya, yaitu pembalut wanita Charm dan masker Protect Pollution, Uni-Charm Indonesia mengajak konsumen Indonesia untuk turut berkontribusi dalam upaya mengurangi sampah kemasan plastik. Dengan mengubah ke kemasan kertas, produk Charm dapat mengurangi jumlah plastik yangdigunakan sekitar 70 persen dibandingkan dengan paket kemasan sebelumnya.

Sementara untuk produk masker Protect Pollution dapat mengurangi jumlah plastik yang digunakan sekitar 80 persen dibandingkan dengan kemasan sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah plastik yang digunakan pada total produkCharm dapat dikurangi sekitar 14,4 persen , dan sekitar 16,7 persen pada total produk masker Protect Pollution.

'Selain itu, material kertas yang merupakan bahan dasar kemasan, telah terbukti aman dan dapat dipastikan bahwa kandungan logam beratnya di bawah nilai yang ditentukan oleh European Directive 94/62 / EC,” jelas R&D Department PT Uni-Charm Indonesia Tbk. Makoto Ichikawa.

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel