Demi Lionel Messi, Barcelona dan LaLiga Gelar Pertemuan

·Bacaan 1 menit

VIVALionel Messi berstatus bebas transfer. Suporter Barcelona banyak yang khawatir. Mereka tentu tak mau kehilangan pemain berjuluk La Pulga tersebut.

Sampai batas akhirnya, 30 Juni 2021, Messi tak kunjung menandatangani kontrak baru bersama Barcelona. Kabar yang sempat beredar, terjadi jalan buntu dalam negosiasi perpanjangan.

Namun belakangan muncul cerita sebenarnya. Barcelona tak bisa memberikan kertas kontrak untuk ditandatangani Messi karena terhambat aturan financial fair play (FFP) yang dibuat oleh LaLiga.

Untuk mencari solusinya, Sport melaporkan Presiden Barcelona, Joan Laporta akan menggelar pertemuan dengan Presiden LaLiga, Javier Tebas. Keduanya akan berdiskusi untuk mencari jalan keluar terbaik.

Jelas Barcelona tak mau kehilangan Messi. Pemain yang sudah menjadi legenda hidup dalam sejarang tim asal Catalan tersebut. Tapi mereka juga tak bisa berbuat apa-apa karena terbentur FFP.

Jika dalam pertemuan ini menghasilkan gagasan signifikan, kemungkinan besar Barcelona tinggal mengirim surat kontrak kepada Messi untuk ditandatangani. Tapi prediksi yang bermunculan, proses itu takkan mudah.

Saat ini Barcelona harus memangkas setengah pengeluarannya yang sebesar 671 juta euro atau setara dengan Rp11,5 triliun. Karena batas tertinggi dari LaLiga adalah Rp6,5 triliun.

Aturan tersebut baru diberlakukan oleh LaLiga musim lalu. Di mana mereka mau ada keseimbangan pemasukan dan pengeluaran klub di tengah situasi pandemi COVID-19.

Karena itulah banyak yang mesti dilakukan oleh Barcelona untuk memenuhi standar dari LaLiga. Mereka bukan cuma memikirkan soal Messi, tapi juga pemain lainnya.

"Barcelona telah melampui batas upah mereka, Saya berharap mereka dapat mempertahankan Messi, tetapi untuk melakukannya, mereka harus melakukan pemotongan pengeluaran di sektor lain," ucap Tebas kepada ESPN.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel