Demi Masa Depan, 3 Pemain Persikabo 1973 Sudah pegang Lisensi Kepelatihan C AFC

Bola.com, Jakarta - Menjadi pelatih saat karier sebagai pemain telah usai menjadi incaran hampir seluruh pemain profesional saat ini. Seperti tiga pemain Persikabo 1973 dalam cerita berikut ini.

Ketiga pemain itu adalah, Yandi Sofyan Munawar, Saepuloh Maulana dan Gilang Ginarsa.

Maka, tidak heran jika dalam setiap angkatan kursus kepelatihan dari semua lisensi yang diadakan PSSI akan banyak ditemukan para pemain profesional yang masih aktif bermain.

Ya, mereka menyadari jika karir sebagai pemain sepak bola dibatasi dengan umur. Untuk pemain reguler selain kiper, produktivitas pemain akan terbatas hingga menyentuh usia 34 atau 35 tahun.

Sangat jarang ditemukan pemain yang masih tampil reguler di kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diatas umur 34 tahun. Hingga saat ini, bisa dihitung jari pemain yang masih aktif diatas usia 34.

Termotivasi Senior

Cristian Gonzales pindah dari Madura United ke PSS. (Bola.com/Aditya Wany)
Cristian Gonzales pindah dari Madura United ke PSS. (Bola.com/Aditya Wany)

Yandi Sofyan, Saepuloh Maulana dan Gilang Ginarsa mengambil kursus kepelatihan tahun 2020.

Mereka terinspirasi dari para senior. Sebut saja, Cristian Gonzales yang masih bermain untuk PSIM Yogyakarta di usianya 46 tahun. Kemudian ada Leo Tupamahu yang masih bermain untuk Bali United di usia 39 tahun dan Hamka Hamzah yang masih tampil reguler bersama Bekasi FC saat usianya sudah  39 tahun. terakhir, Victor Igbonefo yang masih masih menjadi andalan lini belakang persib Bandung di usianya yang sudah menginjak 37 tahun.

"Saat ini memang saya fokus menjadi pemain di Persikabo 1973. Tapi, untuk masa depan, ya saya setidaknya sudah menyiapkan rencananya. Karena saya ingin di masa mendatang, saya tetap berbakti untuk sepak bola Indonesia, ya salah satu cara menjadi pelatih. Semoga ada keberuntungan bisa melatih klub, Aamiin," kata Yandi Sofyan kepada Bola.com, Sabtu (31/10/2022).

Pilihan

<p>Pemain Persikabo 1973, Gilang Ginarsa. (Bola.com/Nandang Permana)</p>

Pemain Persikabo 1973, Gilang Ginarsa. (Bola.com/Nandang Permana)

Hal senada diungkapkan Gilang Ginarsa yang mengatakan hanya ada dua pilihan bagi pemain yang saat ini masih aktif bermain. Jika, mempunyai modal, maka membuka usaha adalah pilihan tepat.

Tapi, jika masih ingin berbakti untuk sepak bola, maka menjadi pelatih adalah pilihan utama.

"Dua profesi yang bisa menjadi pilihan pemain saat ini. Kalau beruntung punya modal besar, ma sudah tepat jika masa pensiun nanti buka usaha, ya bisa usaha toko peralatan olahraga atau sektor lainnya seperti usaha kuliner seperti yang dilakukan Munadi. Tapi, jika masih mempunyai minat di sepak bola maka menjadi pelatih adalah pilihan utama. Tapi, ya harus punya lisensi dan itu kenapa saya mengambil lisensi kepelatihan," ungkapnya.

Pelatih SSB

Saepuloh Maulana yang kini sudah mempunyai sekolah sepak bola di kampung halamannya Ciampea, pemain yang pernah membela Persib Bandung ini pun mempunyai usaha apparel dengan merk Fusa Apparel.

"Ke depannya harus pandai mencari peluang. Karena saya masih ingin berkontribusi terhadap sepak bola, maka saya tidak ingin jauh-jauh dari dunia sepak bola. Saya sudah ada SSB dan usaha kecil-kecilan perusahaan apparel. Semoga bisa berjalan dengan baik setelah saya mengantongi lisensi pelatih," tuturnya.

Apresiasi Pelatih

Pelatih Persikabo 1973, Djadjang Nurdjaman. (Nandang Permana/Bola.com)
Pelatih Persikabo 1973, Djadjang Nurdjaman. (Nandang Permana/Bola.com)

Pelatih Persikabo 1973, Djadjang Nurdjaman mengapresiasi langkah anak asuhnya yang mau mengambil lisensi kepelatihan. Kata pelatih yang musim lalu menukangi Barito Putera, regenerasi akan berjalan bukan hanya di sisi pemain, namun dari sektor pelatih.

Bisa saja, pelatih-pelatih yang ada saat ini pensiun, dan sepak bola Indonesia bergantung pada para pemain yang saat ini masih aktif. Maka, mempunyai lisensi kepelatihan, sudah merupakan kewajiban bagi para pemain yang masih ingin berbakti terhadap sepak bola Indonesia.

"Saya setuju, jika ada pemain yang mau mengambil lisensi kepelatihan. Harus diakui, bahwa regenerasi itu akan berlaku di sektor kepelatihan. Maka, pemain lokal harus mau mengambil lisensi agar sepak bola Indonesia tidak banyak kedatangan pelatih asing," ungkapnya.