Demi Mercedes, George Russell Korbankan Sepatu

Luke Smith
·Bacaan 2 menit

Pembalap Williams tersebut ditunjuk mengisi slot kosong milik sang juara dunia F1 tujuh kali yang dinyatakan positif Covid-19. Ia mencoba setelan kursi Mercedes W11, Rabu (2/12/2020), dan ternyata ukuran kokpit lebih sempit baginya.

Wajar saja, postur tubuh Russell, 185 cm, lebih tinggi 11 cm daripada kompatriotnya. Untuk mengatasi itu, pembalap muda tersebut menggunakan sepatu balapan nomor 10, alih-alih nomor 11 seperti biasanya. Sementara Hamilton mengenakan sepatu boot nomor 9.

“Itu jelas keadaannya menjepit. Ukuran sepatu saya 11 kaki jelas sulit, jadi saya harus mengenakan sepatu lebih kecil dari yang ideal,” ujarnya.

“Jadi terasa kurang nyaman. Tapi saya yakin dapat menahan sakit demi mendapat kesempatan ini.”

Baca Juga:

Tahu Gantikan Hamilton Pukul 2 Pagi, Russell Sempat Sulit Tidur Ini Alasan Mercedes Pilih Russell Gantikan Hamilton

Russell mengungkapkan bahwa engineer balapan untuk akhir pekan ini, Pete Bonnington, bercanda bisa melakukan perubahan pada badannya sehingga cukup ke dalam kokpit.

“Saya bicara dengan Bono, dia berkata, ‘Saya yakin dapat membuat beberapa modifikasi pada tubuh Anda!’ Ha, tidak terlalu yakin, tapi itu yang saya pikirkan. Tapi tidak, semua baik-baik saja.”

Russell mendapatkan tawaran membalap untuk Mercedes, pada pukul 02.00 dini hari ketika sedang berada di kamar mandi. Kesempatan itu sungguh mengejutkan setelah empat tahun bergabung dalam program pembalap muda Mercedes.

Kelanjutan kiprah pembalap 22 tahun tersebut untuk musim 2021 sempat diragukan seiring dengan munculnya spekulasi perekrutan Sergio Perez oleh Williams.

Namun, Russell tidak membantah bahwa tawaran Mercedes merupakan sebuah dongeng, melainkan hanya perubahan cerita dalam musim 2020 yang dramatis.

“Ini bukan cara saya membayangkan kesempatan pertama berada di mobil balap Mercedes. Tentu saja ada keadaan yang aneh. Tapi tahun ini menjadi lebih menempa mental di semua hal, bukan untuk saya saja. Ada problem lebih besar terjadi di dunia,” ucapnya.

“Tapi dari perspektif personal, dari sudut pandang karier, terjadi naik, turun, ke kiri, kanan, tengah. Jadi boleh dibilang ini putaran lain dari sebuah kisah.

“Rasanya seperti tidak nyata dan saya yakin bertahun-tahun ke depan, saya akan melihat lagi musim 2020 dan berkata ‘sebuah tahun yang sulit dipercaya’.”