Demi Piala Dunia U-20, Renovasi 2 Stadion dan 15 Lapangan Sepakbola Dimulai

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditugaskan untuk melaksanakan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan sepakbola yang tersebar di 5 provinsi, yakni Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Penugasan itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2020 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2020.

Kickoff pekerjaan konstruksi ditandai dengan Penandatanganan Kontrak antara Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor pelaksana yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Jumat 6 November 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, renovasi sarana dan prasarana olahraga, khususnya sepakbola menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat skuad Timnas Garuda untuk berprestasi di tingkat internasional.

"Insya Allah dengan prasarana yang baik dan semangat berlatih yang tinggi, skuad Garuda akan memberikan hasil seperti yang kita harapkan," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2020).

Terkait renovasi stadion dan lapangan latihan sepakbola, ia menekankan agar pelaksanaannya memperhatikan standar internasional, terutama rumput dan sistem pencahayaan.

"Kita punya waktu hanya enam bulan. Jadi untuk penggantian rumput dan pencahayaan harus dihitung dengan baik sehingga dalam waktu 6 bulan sudah bisa digunakan. Menurut saya kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki venue sesuai dengan standar FIFA," imbuhnya.

Adapun 2 stadion utama yang direnovasi oleh Kementerian PUPR adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar di Bali dan Stadion Manahan, Solo. Sementara untuk 15 lapangan latihan antara lain 3 lapangan di Palembang, Sumatera Selatan, yakni Lapangan Atletik, Baseball, dan Panahan di Jakabaring.

Kemudian 3 lapangan di Sumedang dan Bandung, Jawa Barat, yakni Lapangan IPDN, UNPAD, Sidolig. Lalu 4 lapangan di Solo, Jawa Tengah yakni Lapangan Sriwedari, Banyu Anyar, Sriwaru, dan Kota Barat. Serta 1 lapangan di Madura, Jawa Timur yakni Lapangan Bangkalan, dan 4 lapangan di Bali yakni Lapangan Ngurah Rai, Kompyang Sudjana, Kapten Japa, serta Gelora Samudra Kuta.

Anggaran Rp 418 Miliar

Hamparan rumput Zoysia Matrella tumbuh subur dan hijau, menjadi kebanggaan Stadion Manahan. (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Hamparan rumput Zoysia Matrella tumbuh subur dan hijau, menjadi kebanggaan Stadion Manahan. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga menyatakan, pelaksanaan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan dibagi menjadi 3 paket pekerjaan dengan anggaran APBN keseluruhan sebesar Rp 418 miliar.

Rinciannya adalah Paket 1 (klaster Bali) akan dikerjakan oleh kontraktor PT PP, Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp 152,9 miliar. Lalu Paket 2 (klaster Solo) dikerjakan oleh PT. Nindya Karya Wilayah II dengan nilai kontrak sebesar Rp 78,8 miliar.

Sedangkan Paket 3 (klaster gabungan Bandung, Bangkalan dan Palembang) dikerjakan oleh PT Nindya Karya Wilayah II dengan nilai kontrak sebesar Rp 83 miliar. Bertindak sebagai konsultan manajemen konstruksi PT. Virama Karya.

"Pelaksanaan renovasi sarana dan prasarana dari awal hingga akhir akan dikawal oleh generasi muda Kementerian PUPR yang tergabung dalam PUPR Construction Squad yang dipimpin langsung oleh Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR," ungkap Danis.

Lebih lanjut, Danis menyampaikan tantangan dalam pelaksanaan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan tersebut hampir sama dengan saat mempersiapkan sarana dan prasarana Asian Games 2018 yang lalu, yakni waktu pelaksanaan konstruksi yang pendek, sekitar 6 bulan.

"Semoga pelaksanaanya dapat diselesaikan Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Biaya, Tepat Administrasi dan Tepat Manfaat (5T)," pungkas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: