Demi Reformasi dan Evaluasi Sepak Bola Indonesia, PSS Sleman Dukung Penuh Percepatan KLB PSSI

Bola.com, Sleman - Klub Liga 1, PSS Sleman menyatakan dukungan penuh terkait agenda Kongres Luar Biasa (KLB) yang dicanangkan PSSI dalam waktu dekat.

PSSI telah memaparkan sejumlah tahapan menuju Kongres Luar Biasa alias KLB PSSI yang dijadwalkan bergulir pada 18 Maret 2023.

Adapun timeline sementara KLB PSSI diawali dari tanggal 28 Oktober 2022 kemarin. Pada 7 Januari 2023 mendatang akan digelar Kongres Biasa PSSI untuk pembentukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

Proses percepatan KLB yang diumumkan PSSI, mendapat sambutan baik oleh PSS Sleman sebagai salah satu voters PSSI.

"Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan PSSI untuk melakukan percepatan KLB. Karena hal ini sesuai dengan apa yang telah kami buat dalam pernyataan sebelumnya mengenai reformasi dan evaluasi sepak bola Indonesia," terang direktur operasional PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Antonius Rumadi.

"PSS juga sangat menghormati hasil keputusan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta dan akan mendukung penuh tim transformasi sepak bola Indonesia," lanjut dia.

Hormati Proses Hukum

Syal Arema FC dan Persebaya Surabaya diletakkan di atas tumpukan bunga duka cita di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (7/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Syal Arema FC dan Persebaya Surabaya diletakkan di atas tumpukan bunga duka cita di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (7/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Mengenai proses investigasi Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung, Rumadi, sapaan akrabnya menuturkan PSS mendukung segala proses hukum yang berlaku.

"Proses hukum yang terus berjalan saat ini akan selalu kami dukung. Terlebih mengenai penetapan tersangka agar bisa diproses secara hukum atas tragedi Kanjuruhan," tuturnya.

Manajemen Penonton

Saling respek juga ditunjukkan kedua suporter yang secara bergantian menyanyikan lagu kebesaran masing-masing klub sepanjang laga PSS Sleman melawan Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Saling respek juga ditunjukkan kedua suporter yang secara bergantian menyanyikan lagu kebesaran masing-masing klub sepanjang laga PSS Sleman melawan Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Penanganan kerumunan di stadion juga menjadi aspek penting dan perhatian PSS. Manajemen PSS sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terutama panitia pelaksana (panpel) pertandingan mengenai hal tersebut.

"PSS sudah melakukan audiensi kepada beberapa pihak mengenai penanganan kerumunan di stadion Maguwoharjo. Kemarin juga kami sudah berdiskusi bersama Panpel stadion Maguwoharjo dan ada beberapa poin penting yang kami dapatkan," tutur Rumadi.

"Poin-poin tersebut nantinya akan kami teruskan kepada pengelola stadion dan kepada pihak terkait. Harapannya, poin-poin tersebut bisa terlaksana dan tragedi Kanjuruhan tidak akan terulang kembali," tambah dia.

Harapan Besar

Salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), menyambut kedatangan bobotoh yang hadir memberikan dukungan langsung kepada Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), menyambut kedatangan bobotoh yang hadir memberikan dukungan langsung kepada Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Rumadi mengungkapkan apapun yang saat ini sedang diusahakan oleh publik sepak bola Indonesia sebaiknya bisa diselesaikan dengan pikiran yang jernih.

"Saya berharap semoga apa yang terjadi saat ini bisa diselesaikan dengan pikiran yang jernih dan tentunya hati yang bersih untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik ke depannya," jelas Rumadi memungkasi.

Intip Peringkat PSS Saat Ini