Demi Terima Biaya Pensiun, Pria di Austria Simpan Jasad Ibunya Lebih dari 1 Tahun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria menyimpan jasad ibunya di ruang bawah tanah selama lebih dari setahun sambil terus menerima dana pensiun milik ibunya.

Wanita berusia 89 tahun, yang dilaporkan menderita demensia, diperkirakan meninggal secara alami pada Juni tahun lalu.

Melansir BBC, Jumat (10/9/2021), putranya yang berusia 66 tahun dikatakan telah memasukkan jasad ibunya ke ruang bawah tanah dan menggunakan kompres es dan perban untuk menutupi baunya.

Polisi yakin dia mungkin secara ilegal menerima pembayaran sekitar €50.000 (Rp 841 ribu).

Dugaan penipuan itu baru terungkap setelah seorang tukang pos baru yang mengantarkan dana pensiun tersebut di wilayah Tyrol barat tidak bisa menemuinya, kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Hal itu pun memicu penyelidikan, dan mengarah pada penemuan mengerikan berikutnya.

Polisi mengatakan kepada penyiar publik Austria ORF bahwa tersangka juga menutupi ibunya dengan kotoran kucing.

"Akhirnya, jasad itu menjadi mumi," kata petugas Helmuth Gufler, seraya menambahkan bahwa pria itu telah mengaku.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Demi Biaya Pensiun

Ilustrasi Meninggal Dunia (Image by Rob van der Meijden from Pixabay)
Ilustrasi Meninggal Dunia (Image by Rob van der Meijden from Pixabay)

Gufler mengatakan pria itu tidak memiliki penghasilan lain, dan telah memberi tahu mereka bahwa pembayaran akan segera dihentikan jika dia melaporkan kematiannya.

Karena kondisi tersebut, ia tidak mampu membayar pemakaman ibunya atau untuk menjaga rumah yang mereka tinggali bersama.

Tersangka juga mengatakan dia telah memberi tahu saudara laki-lakinya bahwa ibu mereka menerima perawatan di rumah sakit, dan tidak layak untuk dikunjungi karena kondisinya --berarti dia tidak mungkin mengenalinya, ORF melaporkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel