Demi Tingkatkan Angka Vaksinasi, Xi Jinping Disuntik Vaksin Covid Buatan Dalam Negeri

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden China, Xi Jinping dan pejabat tinggi lainnya disuntik vaksin Covid buatan dalam negeri. Ini sebagai bagian kampanye untuk meningkatkan angka vaksinasi, khususnya vaksin booster (penguat).

Pemerintah berusaha meningkatkan angka vaksinasi, yang masih dinilai sangat rendah bagi negara yang perbatasannya dibuka kembali.

Kepala Komisi Kesehatan Nasional China, Zeng Yixin mengatakan vaksinasi Xi Jinping dan pejabat lainnya ini menunjukkan kepercayaan para pemimpin terhadap vaksin buatan China.

Informasi kesehatan para tokoh penting biasanya tidak diumumkan kepada publik.

"Ini sepenuhnya menunjukkan bahwa mereka sangat mementingkan upaya pencegahan dan pengendalian epidemi dan sangat mempercayai vaksin Covid-19 yang dikembangkan di dalam negeri," jelas Zeng, dikutip dari BBC, Senin (25/7).

China menerapkan strategi "nol Covid" yang mencakup tes massal, aturan isolasi ketat, dan lockdown. Presiden Xi berulang kali mengatakan tidak ada alternatif lain mengatasi Covid selain kebijakan "nol Covid" tersebut, kendati mendapat kritik dari sejumlah pihak.

Menurut data Universitas John Hopkins, China mencatat 2.167.619 kasus Covid dan 14.647 kasus kematian sejak pandemi dimulai.

Terkait angka vaksinasi, pemerintah mengatakan hanya 38 persen dari populasi yang berusia 60 tahun ke atas yang telah menerima suntikan booster, sedangkan hanya 15 persen populasi berusia di atas 80 tahun yang telah menerima dua dosis vaksin Covid. Angka terbaru menunjukkan, 90 persen penduduk China telah disuntik vaksin dua dosis. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel