Demo Bebaskan Habib Rizieq di Tasikmalaya Ricuh, 31 Ditangkap

·Bacaan 1 menit

VIVA – Aksi unjuk rasa atau demonstrasi ‘demo” menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab di depan Kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya berlangsung ricuh. Sekelompok orang berupaya merobohkan pagar pintu masuk kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya. Massa juga melempari aparat Kepolisian menggunakan batu.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengatakan bahwa dalam aksi tersebut tiga unit kendaraan polisi yang terparkir di luar kantor Kejaksaan dirusak masa. Seorang anggota Kepolisian mengalami luka di bagian tangan akibat dipukul menggunakan batu.

" Aksi unjuk rasa sudah berhasil dibubarkan dan kami berhasil mengamankan 31 orang yang diduga melakukan tindakan anarkis saat aksi unjuk rasa berlangsung, " ujar Rimsyahtono pada Senin 12 Juli 2021.

Aksi unjuk rasa ratusan orang yang menuntut Habib Rizieq Shihab dibebaskan tersebut berupaya masuk ke halaman kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya. Namun upaya tersebut dicegah oleh aparat keamanan sehingga massa disebut marah dan melakukan perusakan dan pelemparan kepada petugas.

"Massa berhasil dibubarkan setelah dipukul mundur menggunakan water canon, " ungkap Rimsyahtono.

Lanjut Rimsyahtono 31 orang tersebut diamankan ke Mapolres Tasikmalaya berikut barang bukti berupa sepeda motor, kendaraan polisi yang rusak, batu yang dipergunakan untuk melempar dan merusak serta video perusakan.

"Massa yang diduga melakukan perusakan sudah kami amankan berikut barang bukti, " katanya.

Sementara itu seorang pemuka agama pendukung Habib Rizieq Shihab KH Sopyan Ansori menyayangkan sikap anarkistis masa pendukung yang meminta Habib Rizieq Shihab dibebaskan dari segala dakwaan.

Pihaknya mengaku sejak awal meminta agar massa tak anarkistis saat menggelar aksi demo itu.

" Ini sangat disayangkan sejak awal saya sudah meminta masa tak melakukan perusakan fasilitas, " ucap KH Sopyan Ansori yang merupakan tokoh pendukung Habib Rizieq Shihab.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel