Demo di Istana, BEM UI Antisipasi Penyusup

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta. Bergabung dengan aliansi BEM seratusan kampus lainnya menyuarakan sejumlah tuntutan, termasuk penolakan wacana penundaan pemilu.

"Kami melaksanakan aksi nasional di depan Istana Negara. Kami bersama Aliansi Mahasiswa Indonesia yang terdiri sekitar 40 kampus lalu di dalamnya terdapat beberapa aliansi misal BEM SI Kerakyatan yang di dalamnya terdapat 130 kampus," kata Ketua BEM UI Bayu Satria, Kamis (21/4).

Selain menolak wacana penundaan pemilu, BEM UI juga meminta Presiden menindak tegas penjahat demokrasi yang menggulirkan wacana itu. "Kami menyuarakan tujuh tuntutan pada Presiden untuk segera selesaikan masalah yang ada di Indonesia. Kami menolak wacana penundaan pemilu dan ingin presiden menindak tegas penjahat demokrasi yang telah menggulirkan wacana tersebut. Lalu terkait dengan pelanggaran HAM, kenaikan sembako dan ketimpangan ekonomi," tegasnya.

Wajib Pakai Jaket Kuning

BEM UI juga menyerukan tuntutan soal reforma agraria. Selanjutnya soal penolakan tindakan represif aparat pada masyarakat sipil. "Ada beberapa tuntutan lain yang disampaikan," ucapnya.

Bayu menuturkan pihak mengantisipasi adanya pihak yang coba menunggangi aksi ini. Mereka mewajibkan mahasiswa UI yang ikut aksi memakai jaket kuning UI untuk mengantisipasi adanya pihak yang ingin menyusup dalam kelompok massa.

"Kami akan terus waspada terhadap isu penunggangan dan isu lain. Kalau di sini kami UI tegas seluruh massa UI harus pakai jaket kuning UI. Dari situ kita bisa identifikasi mana massa dari UI maupun yang ingin menyusup," tutupnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel