Demo Driver Ojek Online di Yogyakarta: Minta Subsidi atau Batalkan Kenaikan BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga BBM. Aksi para pengemudi ojol ini dilakukan di depan Gedung DPRD DIY, Senin (12/9).

Para pengemudi ojol yang bergabung dalam Forum Ojol Yogyakarta mendesak agar kenaikan harga BBM dibatalkan oleh pemerintah. Selain itu mereka juga mendesak agar ada kenaikan harga tarif aplikator.

Dalam aksinya ini, ribuan pengemudi ojol ini berjalan kaki dari Stadion Kridosono menuju ke Gedung DPRD DIY yang ada di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta. Aksi para pengemudi ojol ini sempat membuat Jalan Malioboro ditutup sementara.

Ketua Paguyuban Driver Gojek Jogja (Pagodja) Agus Suwito mengatakan naiknya harga BBM semakin membuat berat beban biaya hidup para pengemudi ojol. Agus membeberkan sudah ada kenaikan standar tarif bagi ojol sebesar 15 persen namun itu dinilai tak sebanding dengan kenaikan harga BBM yang mencapai angka 30 persen.

"Kami meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Kalau memang tidak bisa turun kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan subsidi kepada kami," kata Agus.

"Kenaikan harga BBM saat ini mencapai angka 30 persen dari harga sebelumnya. Hal ini belum diikuti dengan kenaikan tarif (bagi ojol) dengan besaran yang sama. Kenaikan tarif baru di angka 15 persen," sambung Agus.

Agus meminta pemerintah memberikan solusi kepada pengemudi ojol yang terdampak pada kenaikan harga BBM. Saat ini, sambung Agus, banyak pengemudi ojol yang harus tombok karena naiknya harga BBM.

Sementara itu Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin yang menerima para pengemudi ojol mengatakan pihaknya akan menyampaikan tuntutan ini kepada pemerintah. Menurut Gimmy keputusan kenaikan harga BBM maupun kenaikan tarif jasa ojol merupakan kewenangan pemerintah pusat.

"Akan kami teruskan tuntutan teman-teman ojol ini ke pemerintah (pusat)," ucap Gimmy. [cob]