Demo George Floyd Pecah dari London Menjalar ke Kota-kota di Inggris

Ezra Sihite, Wahyu Firmansyah

VIVA – Unjuk rasa Black Lives Matter masih terus terjadi di jalan-jalan terutama di Ibu Kota Inggris, London. Bahkan ratusan demonstran kini terlibat bentrokan dengan anggota pasukan kepolisian setempat.  Bentrokan itu cukup membuat beberapa petugas Kepolisian luka-luka karena lemparan benda dari para demonstran.

Dikutip dari Daily Mail, petugas polisi mencoba menyelamatkan diri dari demonstran yang marah dan akan menuju Whitehall, London. Sementara itu di tempat lain ada seorang demonstran yang menaiki The Cenotaph yang merupakan monumen perang nasional.

Gambar dan video yang tersebar di media sosial juga menunjukan betapa marahnya masyarakat ketika George Floyd, seorang pria Afro-Amerika berusia 46 tahun tewas tak lama setelah petugas polisi Derek Chauvin meletakkan lututnya di lehernya.

Ribuan orang yang menghadiri unjuk rasa hari kedua di London, serta kota-kota lain di seluruh Inggris termasuk Bristol, Manchester, Wolverhampton, Nottingham, Glasgow dan Edinburgh. Mereka meneriakkan "tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian" sambil bergerak ke Whitehall. 

Ketika hari sudah gelap, barisan polisi dengan pakaian anti huru-hara mengambil posisi untuk menahan sekelompok kecil pengunjuk rasa di Westminster

Kerusuhan yang terjadi telah membuat pihak Kepolisian dan pengunjuk rasa menderita luka-luka, hingga kini sudah ada 12 orang ditangkap dan 8 anggota pasukan terluka. Polisi Metropolitan mengkonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan untuk pelanggaran ketertiban umum dan satu untuk kerusakan pidana setelah insiden di Cenotaph.     

Sebelumnya, Patung seorang pedagang budak di Bristol dirobohkan dan dilemparkan ke pelabuhan dalam hari kedua unjuk rasa menentang rasisme di Inggris. Peristiwa terjadi setelah demonstrasi yang sebagian besar berjalan damai sepanjang akhir pekan diwarnai beberapa bentrokan dengan polisi.

Baca juga: Sumatera Barat Resmi Terapkan New Normal