Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM di Jambi Ricuh, Dua Orang Pingsan

Merdeka.com - Merdeka.com - Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kota Jambi berujung aksi saling dorong dengan polisi. Dua mahasiswa pingsan.

Para mahasiswa menggelar demo untuk menolak wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan mendorong percepatan penurunan inflasi di Jambi.

Puluhan mahasiswa awalnya berdiri membuat lingkaran di jalan simpang empat BI kota Jambi, kemudian mahasiswa bergerak ke Kantor DPRD Provinsi Jambi. Mereka bergantian menyampaikan aspirasi.

"Kami minta kepada Presiden untuk tidak menaikkan harga BBM. Tetapi harus mengurus APBN yang sedang jebol. Kami menduga dan khawatir kenaikan harga itu untuk kepentingan politik pada tahun 2024," kata koordinator aksi, Riki Handriska, Kamis (1/9).

Menurut Riki, Jambi mengalami inflasi tertinggi yang mana harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan. Tentu kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat jika harga BBM bersubsidi dinaikkan kembali.

"Kita tahu inflasi yang tertinggi berada di Jambi. Namun tim yang mengendalikan inflasi daerah sangat tidak bekerja," tuturnya.

Ketika aksi demonstrasi ini berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Jambi, massa memaksa masuk gedung. Mereka ingin bertemu pimpinan DPRD Provinsi Jambi yang tidak kunjung muncul.

Namun aparat kepolisian berbaris menutup pintu kantor ini. Sedangkan para mahasiswa bersikeras masuk, sehingga terjadilah aksi saling dorong. Massa juga sempat membakar ban.

Kericuhan tidak bisa dihindarkan. Desak-desakan antarmahasiswa dan polisi berlangsung. Akibat kericuhan itu, sebanyak dua orang mengalami pingsan.

Kedua mahasiswa ini digotong keluar barisan demonstrasi. Sejumlah mahasiswi kemudian memberikan pertolongan pertama, dan dibantu petugas Biddokkes Polda Jambi. Keduanya akhirnya sadar kembali.

"Kami kecewa tidak bisa bertemu Ketua DPRD. Padahal, setahu kami, mereka berada di dalam melakukan rapat paripurna dan belum keluar,"jelas Riki.

Reporter: Hidayat [cob]