Demo Perangkat Desa Diakhiri Dengan Sujud Syukur

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Demo ribuan perangkat desa di depan gerbang utama gedung DPR RI hampir berlangsung ricuh, para perangkat desa yang kesal dengan belum adanya kepastian dari anggota DPR RI tentang pengesahan Rancangan Undang-undang Perangkat Desa memindahkan kawat berduri dan memanjat pintu gerbang DPR RI yang tingginya kurang daeri 5 meter, Senin (20/6/2011).

Kendaraan water canon yang terparkir di dalam halaman gedung DPR pun langsung bergerak untuk menghadang demonstran yang mulai merangsak naik pagar, begitu pula dengan kendaraan anti huru hara.

Mendengar massa yang mulai brutal, ketua umum Parade Nusantara Sudir Santosa S Sudir yang berada di dalam gedung DPR RI berbicara dengan DPD RI dan Badan Legislatif (Baleg) DPR RI pun langsung ke luar menemui massa di luar gedung DPR RI. Dengan menggunakan sepeda motor ia pun bergegas untuk menenangkan ribuan massa yang sudah dari tengah hari berdemo di depan gerbang utama DPR RI.

"Saudara-saudaraku senasib sepenanggungan. Komando saya ambil alih langsung, tadinya saya di dalam untuk menyelesaikan masalah-masalah kita, tetapi pembicaraan saya terganggu dengan adanya laporan di luar sini, sehingga saya pun datang ke mari," kata Sudir.

Sudir yang berdiri diatas truk yang membawa pengeras suara, dengan lantang mengingatkan kepada para demonstran bahwa perangkat desa yang datang ke depan gedung DPR merupakan orang-orang terbaik yang datan dari desa, sehingga tidak sepantasnya berlaku anarkis dalam aksi tersebut.

"Saya sudah menjamin kepada petugas keamanan bahwa aksi ini akan aman, tidak ada satu lembar pun daun yang rontok dalam aksi ini," ucapnya.

Dijelaskannya bahwa aksi demo besar-besaran tersebut merupakan demo pamungkas untuk mengusahakan nasib masyarakat desa dan perangkatnya. Sehingga ia mengimbau kepada ribuan perangkat desa yang berada di depan gedung DPR untuk mengotori aksi tersebut dengan sikap yang tidak terpuji karena akan menghambat pengesahan RUU Perangkat Desa yang kini sudah diterima Badan Legislatif DPR RI.

"Kalau bicara siapa yang paling berani, kalau bicara siapa yang paling banyak pengorbanannya. Saya yang paling banyak berkorban untuk melindungi saudara-saudara semua," terangnya.

Menurutnya hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah, di mana setelah 11 tahun perangkat desa terombang-ambing dalam ketidakpastian, hari ini merupakan sebuah kemenangan bagi perangkat desa karena berhasil menekan Kementrian Dalam Negeri untuk segera menyerahkan Draf RUU perangkat desa kepada DPR.

"Saat ini sudah terjadi sejarah di mana para perangkat desa, berhasil mem-bypass birokrasi untuk RUU Perangkat Desa dari Mendagri. Mendagri pun keok menghadapi kepala desa, terbukti baru saja RUU-nya secara formal diserahkan Mendagri ke DPR dan diterima ketua Balegnas Ignatius Mulyono," jelasnya.

Mendengar hal tersebut, massa yang sempat akan melakukan tindak anarkis langsung mengurungkan niatnya dan mengembalikan kawat berduri yang dipasang polisi ke tempatnya. "Saya minta untuk mengembalikan kawat tersebut ke tempatnya. Selama ini saya belum pernah meminta, untuk itu sekarang saya minta kembalikan kawat tersebut. Bila memang saya harus bersujud memintanya, maka saya akan bersujud," ungkapnya.

Mendengar teriakan Sudir yang meninggi, akhirnya massa pun dengan tertib mengembalikan kawat berduri tersebut. Setelah kondisi terkendali, Sudir pun meminta massa yang berdemo melakukan sujud syukur dengan keberhasilannya mendesak Kemendagri menyerahkan RUU perangkat Desa ke DPR. "Mari kita melakukan sujud syukur untuk kemenangan kita hari ini," ucapnya.

Spontan ribuan demonstran yang berada di depan gerbang DPR pun melakukan sujud syukur, setelah itu mereka pun emmbubarkan diri dengan tertib karena dianggap RUU Perangkat Desa saat ini bolanya berada di DPR dan tinggal menunggu pembahasannya di DPR.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.