Demo Telanjang Dada Warnai Kunjungan Platini di Ukraina

Kiev (ANTARA/ AFP) - Polisi menahan sejumlah aktivis wanita Ukraina atas aksi demo telanjang dada selama kunjungan ketua UEFA Michel Platini di Kiev untuk mengecek persiapan kejuaraan sepak bola Euro 2012.

Sebanyak empat aktivis yang tergabung dalam FEMEN ditahan setelah menanggalkan pakaian hingga pinggang dan memamerkan dada di luar stadion utama Kiev guna menarik perhatian masyarakat terhadap kampanye mereka yang menentang pariwisata seksual di Ukraina, ujar koresponden AFP.

"FEMEN menuntut UEFA membuka program edukasi bagi para penggemar sepak bola (yang akan berkunjung ke Ukraina) mengenai pariwisata seksual beserta pembiayaannya yang kemudian tidak bisa diterima oleh pihak aktivis," kata dia dalam pernyataan.

Kaum feminis berpendapat Presiden Viktor Yanukovych tidak mendukung kampanye mereka yang menentang pariwisata seksual, khususnya ketika ia mengatakan tahun ini orang-orang asing harus mengunjungi Ukraina di musim semi untuk melihat "gadis-gadis cantik" berbusana tipis.

Platini yang kemudian tiba di stadion dan tidak mempedulikan para demonstran, mengaku puas atas kerja keras Ukraina menjelang kejuaraan Euro 2012 bersama dengan Polandia.

"Kami benar-benar yakin, dan kami menunggu penyelenggaraan Euro 2012 di sini," kata Platini, "Selamat kepada semua pihak yang telah membangun sejumlah stadion dan bandara."


Platini yang sebelumnya mengunjungi kota-kota tuan rumah lainnya di Ukraina, seperti Kharkiv, Donetsk dan Lviv selama dua hari juga kembali menegaskan masih ada beberapa "masalah kecil" yang harus diselesaikan sebelum kejuaraan dimulai.

Sempat ada keraguan mengenai kemampuan Ukraina untuk menjadi tuan rumah kejuaraan ini di tengah krisis ekonomi yang sedang melanda, namun kemudian keraguan Platini terhapus.

"Kami bertanya jika kami bisa menempati seluruh kota di Ukraina, atau dua kota saja, namun kini sepertinya semua pekerjaan sudah hampir selesai sehingga kami bisa tinggal di empat kota," ujar mantan pemain Perancis itu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.