Demo Tolak BBM Naik, Mahasiswa Bandung Lontarkan Lima Tuntutan sambil Bakar Ban

Merdeka.com - Merdeka.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen organisasi dan kampus di Kota Bandung menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Jawa Barat (Jabar), Selasa (6/9). Mereka protes keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pantauan Merdeka.com, massa aksi datang sejak pukul 15.00 WIB. Para demonstran datang membawa sejumlah spanduk dan berkumpul di depan gedung DPRD. Mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung (PRMB) itu menuntut lima hal kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam aksi itu, para mahasiswa membakar sejumlah ban dan secara bergantian menyampaikan orasi protes atas naiknya harga BBM.

Salah satu perwakilan dari PRMB, Ilyasa Ali Husni mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat umum terkait gejala sosial yang terjadi.

Menurutnya, kenaikan harga BBM merupakan cermin tidak hadirnya nilai-nilai keadilan. "Hari ini rakyat Indonesia dihadapkan kembali pada jurang ketidakadilan dan ketidakpastian. Kami kali ini bukan hanya mengkritisi, tapi bentuk kekesalan, kemuakan sebagai mahasiswa, masyarakat, pembicara publik ini," kata Ilyas ditemui, Selasa (6/9).

Ilyasa mengatakan pemerintah telah memutuskan aturan secara sewenang-wenang. Baginya, momentum kenaikan harga BBM tidak tepat, mengingat masyarakat baru saja bangkit dari pandemi Covid-19.

"Ketika ekonomi kita belum pulih, ketika masyarakat masih merintih, ketika ketahanan pangan kita sedang krisis, energi dan lain-lain, pemerintah mengeluarkan harga BBM terbaru. Jadi BBM bukan naik tapi harganya yang baru," terangnya.

Kenaikan harga BBM, kata dia, semakin membawa Indonesia pada keadaan multi krisis. Pasalnya harga BBM kerap berimbas pula pada kenaikan harga pangan dan komoditas lainnya.

"Jadi ini merupakan aksi kritik kita terhadap kondisi hari ini terutama Indonesia yaitu multikrisis baik BBM, pangan, dan harga lainnya yang mulai naik," ungkapnya.

Adapun lima tuntutan ini para mahasiswa di Bandung antara lain:

1. Prioritaskan relokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi masyarakat terutama pendapatan dan turunkan angka pengangguran.

2. Turunkan harga BBM subsidi ke semula dan stabilkan harga kebutuhan pokok sehari-hari.

3. Mendesak pemerintah untuk meninjau ulang kembali Uu KPK, UU minerba, UU Ciptaker, Uu IKN, dan pasal-pasal kontroversial di RKUHP

4. Menuntut Presiden beserta jajarannya untuk bertanggungjawab sesuai sumpah jabatannya dan mendesak lembaga negara lainnya sesuai amanah konstitusi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Rakyat Indonesia.

5. Jika tidak dilaksanakan dalam waktu 7x24 jam Presiden dan jajarannya dinyatakan gagal. [cob]