Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa di Makassar Blokir Jalan

Merdeka.com - Merdeka.com - Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan sejumlah elemen mahasiswa di Makassar, Senin (5/9). Bahkan mahasiswa memblokade jalan lintas provinsi dengan membakar ban bekas.

Pantauan merdeka.com, hingga pukul 19.55 WITA mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar masih memblokade jalan. Seperti terlihat di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang memblokade dua jalur.

Di depan Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani Makassar juga diblokade mahasiswa. Begitu pula dengan di depan Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Sempat terjadi cekcok antara pengendara yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo Makassar dengan mahasiswa. Pengendara meminta mahasiswa untuk membuka blokade jalan karena sudah malam.

"Jangan salakan mahasiswa yang demo. Salakan pemerintah yang tidak mendengarkan masyarakat," ujar salah satu mahasiswa.

Akibat blokade tersebut, kemacetan hingga di lima kilometer. Hingga saat ini, belum terlihat polisi membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa.

Sebelumnya, Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Besar Darminto mengatakan akan ada sebelas aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM. Ia mengungkapkan titik aksi digelar mahasiswa dan masyarakat di Simpang Empat Patung Ayam Daya, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Perintis Kemerdekaan (depan Universitas Hasanuddin), kantor DPRD Sulsel, Jalan Pettarani (depan Universitas Negeri Makassar).

"Laporan yang kami terima ada 11 elemen mahasiswa dan masyarakat di Makassar akan gelar aksi unjuk rasa. Kita siap lakukan pengamanan," ujarnya kepada wartawan.

Darminto mengungkapkan polisi mengerahkan seribu personel gabungan untuk melakukan pengamanan. Ia mengaku personel tersebut disebar di sejumlah titik dari Bandara Sultan Hasanuddin sampai perbatasan Kabupaten Gowa.

"Seribuan personel dari Brimob, Samapta, dan juga teman-teman TNI," ungkapnya.

Selain personel, kata Darminto mengaku polisi juga mengerahkan mobil water canon dan Raimas. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi jika aksi unjuk rasa berakhir ricuh.

"Lima unit mobil (water canon) dan Raimas ada dua," ucapnya. [cob]