Demokrat dalam sidang pemakzulan tuding Trump coba curang demi terpilih kembali

Washington (AFP) - Kubu Demokrat pada Rabu mulai menguraikan rincian kasus untuk melengserkan Presiden Donald Trump dengan menuduh sang presiden dalam sidang pemakzulan dia di Senat yang bersejarah, mencoba curang demi memastikan terpilih kembali pada pemilu November.

Adam Schiff, kepala tim penuntutan Dewan Perwakilan Rakyat, memanfaatkan ruang sidang Senat untuk argumen pembuka setelah para anggota parlemen diberitahu oleh sergeant-at-arms Senat untuk tetap diam.

"Presiden Trump telah memohon campur tangan asing dalam pemilu demokratis kita, menyalahgunakan kekuasaan lembaganya guna mencari bantuan dari luar negeri demi menaikkan prospek keterpilihan kembali dia di dalam negeri," kata anggota parlemen California itu kepada majelis yang hening.

"Dan ketika dia kepergok, dia menggunakan kekuatan lembaganya itu untuk menghalangi penyelidikan atas kesalahannya sendiri," kata Schiff, yang memimpin penyelidikan pemakzulan yang mengantarkan kepada pemakzulan Trump oleh DPR yang dikendalikan kubu Demokrat pada 18 Desember.

Schiff menepis argumen Partai Republik bahwa pemilih Amerika - dan bukan Senat - harus memutuskan apakah Trump harus tetap di Gedung Putih.

"Kesalahan presiden tidak dapat diputuskan di kotak suara karena kami tidak bisa memastikan pemungutan suara bakal dimenangkan secara jujur," kata Schiff. "Presiden sudah menunjukkan bahwa dia yakin dia berada di atas hukum."

Trump dituduh menahan bantuan militer untuk Ukraina guna menekan mitranya dari Ukraina agar mengumumkan penyelidikan terhadap tokoh Demokrat, Joe Biden.

"Itu taktik kotor terhadap lawan politik yang sepertinya ditakuti oleh Presiden Trump," kata Schiff pada persidangan di Senat yang disiarkan televisi secara nasional.

"Presiden Trump menahan ratusan juta dolar bantuan militer kepada salah satu mitra strategis yang sedang berperang melawan Rusia, demi mendapatkan bantuan asing bagi keterpilihannya lagi," kata dia. "Dengan kata lain, menipu."

"Jika perilaku ini tidak bisa dimakzulkan, maka sudahlah."

Menyelingi pernyataannya dengan video dan grafik serta rujukan ke Konstitusi, Schiff mengimbau para anggota Senat untuk mengesampingkan kepartisanan mereka dalam menentukan nasib Trump.

Schiff berkata, "Konstitusi melimpahkan Anda tanggung jawab bertindak sebagai juri yang tidak memihak."

Kubu Republik, yang menguasai mayoritas suara dengan perbandingan 53 kursi melawan 47 kursi di Senat, tak begitu menunjukkan kecenderungan untuk tidak menjauhi seorang presiden yang memiliki sejarah menyerang dengan ganas orang-orang yang dianggapnya musuh.

Dibutuhkan mayoritas dua pertiga suara atau 67 senator untuk mencopot Trump dari jabatannya dan serangkaian voting menyangkut aturan-aturan dasar persidangan pada Selasa sudah mengikuti garis partai yang ketat.

Republik berulang kali membungkam upaya Demokrat dalam menghadirkan saksi dan dokumen Gedung Putih pada awal persidangan pemakzulan yang ketiga dalam sejarah AS itu.

Trump, yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos saat persidangan bersejarah itu berlangsung pada Selasa, mengecam persidangan pemakzulan tersebut sebagai "memburu penyihir" (mencari-cari kesalahan) dan "hoaks" serta mengatakan dia mengharapkan Senat untuk secepat-cepatnya membersihkan nama baiknya.

Para manajer pemakzulan DPR memiliki waktu 24 jam dalam kurun tiga hari untuk menyatakan Trump bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan dan menghalang-halangi Kongres.

Tim pembela Gedung Putih kemudian mendapatkan giliran 24 jam berikutnya untuk menyampaikan pembelaan mereka.

Para senator kemudian akan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tertulis untuk dibacakan keras-keras Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts, yang memimpin persidangan pemakzulan ini.


cl/dw