Demokrat dan PKS Dianggap Juara Korupsi  

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus korupsi yang menimpa pimpinan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera menjadi perhatian luas masyarakat. Berdasarkan survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ), elektabilitas kedua partai itu pun menurun. "Sebanyak 67 persen responden meyakini Partai Demokrat sebagai partai terkorup. Dalam survei yang sama, PKS masuk sebagai partai besar kedua sebagai yang terkorup," ujar Direktur LSJ Rendi Kurnia saat memaparkan hasil surveinya, Selasa, 19 Februari 2013.

Kasus korupsi Hambalang yang menyeret nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan kasus suap impor daging yang menyeret Ketua Umum PKS Hilmi Aminuddin, menurut survei ini, membuat citra negatif terhadap kedua partai. Publik bahkan tak yakin lagi dengan jargon PKS yang menyatakan mereka bersih, jujur, dan profesional. "Enam puluh enam persen publik yakin PKS korup," ujar Rendi.

Dalam survei yang dilakukan pada 9 hingga 15 Februari 2013 ini, LSJ menyimpulkan, citra Partai Demokrat tak kunjung membaik setelah pengambilalihan partai oleh Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan, menurut survei, keterlibatan langsung SBY mengomandoi Demokrat tak diinginkan oleh masyarakat. "Empat puluh tiga persen publik tidak ingin SBY terlibat dalam Demokrat. Jika tidak, Demokrat akan terus merosot," kata peneliti LSJ, Igor Dirgantara.

Dia menilai, ketidakmampuan SBY dalam mendongkrak citra Demokrat menunjukkan partai berlambang bintang Mercy ini mengalami krisis kepemimpinan. Pengambilalihan kepemimpinan oleh SBY, lanjutnya, tak serta-merta menghapus citra Demokrat sebagai partai terkorup. "Tingkat elektabilitas Demokrat semakin merosot, kehadiran SBY belum dapat perbaiki citra partai. Responden masih yakin Demokrat masih yang terkorup," ujar Igor.

Survei di 33 provinsi dengan sampel sebanyak 1.225 ini menempatkan Golkar sebagai juara jika pemilihan dilakukan saat survei berlangsung. Golkar diprediksi bisa meraup 18,5 persen suara, diikuti PDI Perjuangan dengan 16,5 persen, dan Gerindra dengan 10,3 persen. Sedangkan Demokrat diprediksi hanya meraup 6,9 persen dan PKS hanya 2,6 persen.

PARLIZA HENDRAWAN

Baca juga

Dewan: Gubernur Jangan Cuma Kelalang-keliling

Menteri Suswono Dicecar KPK Soal Pertemuan Medan

ICW: Suswono Tinggal Menunggu Giliran

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.