Demokrat Disebut Baper Halusinasi, Jansen: BAP Kami Lengkap ke Jokowi

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Isu upaya kudeta terhadap kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) direspons beragam oleh sejumlah elite partai politik. Pihak yang berseberangan menyebut Demokrat baper, halusinasi, dan sebagainya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Jansen Sitindaon meminta sejumlah pihak yang tak mengetahui duduk perkara sebaiknya jangan asal bicara. Ia menyarankan agar pihak tersebut lebih baik diam karena ini urusan internal Partai.

"Bagi pihak-pihak yang mengatakan Demokrat Baper, Playing Victim, Halusinasi, Tendesius dll, saran saya mulailah tutup mulut anda dan diam. Selain anda tidak tahu apa-apa, juga tak ada urusannya dengan anda," kata Jansen dalam akun Twitternya, @jansen_jsp yang dikutip VIVA, Selasa 2 Februari 2021

Menurut Jansen, apa yang dikatakan AHY selaku Ketum Demokrat sangat jelas dasarnya. Pun, ia menyampaikan AHY juga sudah meminta klarifikasi dengan menyurati Presiden Jokowi. "Soal ini semua BAP kami lengkap dan detail, dan telah dijelaskan dalam surat ke pak Jokowi," ujar Jansen

Jansen mengatakan prahara yang menimpa Demokrat sebagai upaya politik belah bambu. Tentu praktik semacam tersebut tak dapat dilakukan dalam iklim demokrasi saat ini.

"Politik belah bambu tendensi abuse of power begini memang harus segera diakhiri. Jika tidak bisa jadi kecanduan," ujarnya

Menurutnya, politik belah bambu ini bisa terjadi kepada partai manapun. Hal ini termasuk juga partai yang saat ini mendukung penguasa, politik belah bambu dapat menimpa.

"Yang kena bisa partai/organisasi apapun termasuk yang membelanya hari ini. Mari kita berdemokrasi sehat. Yang salah kita katakan salah kemudian mari sama-sama kita luruskan," tambah Jansen.

Baca Juga: Sebut Ada Pejabat Ingin Kudeta Demokrat, NasDem: AHY Halusinasi

Isu kudeta kepemimpinan AHY di Demokrat ini menyeret Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Ada kabar, Moeldoko menemui sejumlah kader dan mantan kader Demokrat di salah satu hotel berbintang Jakarta membahas kudeta terhadap AHY.

Moeldoko pun mengaku sempat bertemu dengan sejumlah kader Demokrat. Tapi, pertemuan itu menurutnya dimaknai biasa saja dan bukan bermotif politik.

Sebagai mantan Panglima TNI, Moeldoko menyebut kebiasaannya bertemu dengan banyak kalangan termasuk para politisi.

"Konteksnya apa saya juga tidak mengerti. Dari ngobrol- ngobrol itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya memang suka pertanian," kata Moeldoko dalam konferensi pers virtual, Senin, 1 Februari 2021.