Demokrat Jawa Tengah Adukan Wakil Menteri Desa ke Polisi

·Bacaan 1 menit

VIVAPartai Demokrat Jawa Tengah mengadukan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi kepada polisi atas dugaan fitnah terhadap partai itu melalui unggahan karikatur di media sosial.

Wakil Ketua Partai Demokrat Jawa Tengah Joko Haryanto, usai mengadu ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Semarang, Senin, 2 Agustus 2021, mengatakan bahwa pengaduan dilakukan oleh para anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan sepengetahuan ketua DPD.

Meski unggahan yang dinilai memfitnah Partai Demokrat itu dilakukan di media sosial, dia menilai kader yang berada di Jawa Tengah ikut dirugikan atas tindakan tersebut.

"Kalau kami tidak mengambil sikap, seolah-olah apa yang dituduhkan itu sebagai sebuah kebenaran," kata anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Tengah Kholik Idris menambahkan bahwa Budi Arie Setiadi diadukan atas dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016.

Ia meminta polisi memindaklanjuti pengaduan itu sehingga bisa ditingkatkan menjadi laporan. Dalam pengaduan juga disertakan bukti berupa tangkapan layar unggahan Budi Arie Setiadi di media sosial.

Budi Arie diadukan ke polisi atas unggahan karikatur bergambar telapak tangan dengan lima jari yang masing-masing tertulis 'DE', 'MO', 'K', 'RA', 'T'.

Di masing-masing jari juga digambarkan beberapa sosok, seperti dua orang sedang berkelahi, orang kelaparan, dan orang memegang uang.

Pada unggahan itu juga disisipkan kalimat berbunyi "Pakai Tangan Adik-adik Mahasiswa Lagi untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya #BONGKARBIANGRUSUH". (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel