Demokrat: Kalau Ada Lalat Politik, Istana Harus Introspeksi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Istilah lalat politik yang diungkapkan Kepala Staf Presiden Moeldoko menuai tanggapan dari Partai Demokrat. Moeldoko sebelumnya meminta semua pihak agar tidak menjadi lalat politik di tengah konsentrasi pemerintah menangani pandemi covid-19.

Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyebut lalat itu berkerumun di tumpukan sampah dan bangkai. Jadi, tegas dia, kalau benar ada lalat politik, Istana perlu introspeksi diri.

"Siapa yang menjadi sampah dan bangkai di lingkungan istana, sehingga mengundang datangnya lalat politik?" ujar Herzaky dalam keterangannya, Minggu (11/7/2021).

Dia mengungkapkan dugaan tentang lalat politik yang dimaksud oleh Moeldoko. Kata Herzaki, lalat politik itu bisa jadi mereka yang sibuk menyelamatkan pundi-pundinya di tengah pandemi covid-19.

"Saat Presiden Jokowi berusaha bekerja serius menangani pandemi dan menyelamatkan nyawa rakyat, siapa di Istana yang sibuk menyelamatkan ekonomi rekanan dan atau mencari cuan di tengah pandemi? Mungkin itu yang dimaksud Moeldoko," kata dia.

Herzaky meminta Moeldoko untuk fokus dengan tugasnya membantu presiden menyelamatkan nyawa rakyat ketimbang sibuk bermanuver politik berusaha mengambil paksa Partai Demokrat. Kinerja yang baik itu harus ditunjukkan agar membuahkan hasil yang nyata.

"Kerja benar, dan tunjukkan hasil nyata bantu rakyat. Tunjukkan kalau beliau pelaku demokrasi, bukan pelaku abuse of power," ujar dia.

"Kasihan Bapak Jokowi kalau ada orang di sekelilingnya yang malah menjadi lalat politik, atau tumpukan sampah politik. Mungkin Moeldoko selaku KSP bisa bantu Bapak Presiden untuk bersih-bersih sampah politik, bangkai politik, dan lalat politik di sekitar Istana, jika memang ada lalat politik sesuai dengan statemen Moeldoko sendiri," terang Herzaky.

Demokrat sampai dengan saat ini, lanjutnya, tetap berkomitmen konsisten berkoalisi dengan rakyat. Kader-kader Demokrat di seluruh pelosok Indonesia, selama ini konsisten membantu rakyat terdampak pandemi, baik memberikan bantuan kesehatan maupun bantuan ekonomi.

"Termasuk ketika covid-19 makin mengganas dalam sebulan terakhir di Indonesia," kata dia.

Jejak rekam aktivitas kader Demokrat yang membantu rakyat banyak tersebar di media sosial dan media massa. Rakyat yang merasakan langsung selama setahun ini pun mengamini kerja dan hasil nyata untuk rakyat.

"Tak perlu banyak janji di media massa, tak perlu pakai influencer, tapi rakyat sendiri yang merasakan dan mengapresiasi kerja nyata kami," ujar dia.

Kegagalan Pemerintah Tangani Covid-19

Selain itu, Demokrat pun lantang bersuara memperjuangkan harapan rakyat di publik. Karena nyawa tiap rakyat sangat berharga.

"Kegagalan pemerintah memitigasi pandemi ini sehingga gagal mengantisipasi kelangkaan oksigen, obat-obatan, dan kelangkaan ketersediaan tempat perawatan di rumah sakit telah membuat nyawa rakyat Indonesia melayang," ujar Herzaky.

Hal ini yang membuat Partai Demokrat prihatin dan bersuara keras, termasuk Ketum AHY sendiri yang langsung menyuarakan ini. Para kader sudah berusaha membantu untuk mengatasi itu, tapi ada keterbatasan karena yang punya semua infrastruktur untuk itu adalah pemerintah.

"Kalau pemerintah kemudian gerah dengan kritik kami, itu tanda pemerintah saat ini memang belum optimal dalam membantu rakyat. Masih gamang entah tidak tahu harus fokus ke mana, atau gamang karena ada kepentingan lain yang mesti didahulukan selain menyelamatkan nyawa rakyat? Padahal, seluruh dukungan sudah diberikan kepada pemerintah selama setahun lebih pandemi ini," terang Herzaky.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel