Demokrat Ragukan Kesolidan Koalisi Partai Pendukung Jokowi

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Benny K Harman menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan PDIP sebagai partai politik dengan elektabilitas tertinggi. Sementara, PAN dan PPP berada di urutan terakhir.

Terkait survei itu, Benny menilai kepuasan rakyat terhadap Presiden Jokowi tak memberikan dampak banyak bagi partai pendukungnya.

Jokowi dinilai tak memberikan efek ekor jas atau coattail effect kepada partai selain PDIP yang mengusungnya. Hal ini merujuk jomplangnya elektabilitas PPP dan PAN yang berada di urutan bawah meskipun sudah mendukung Jokowi.

"Prestasi tingkat kepuasan terhadap rezim Jokowi yang memetik hasilnya atau coattail effect-nya, itu bukan ke partai politik yang mendukungnya. Kemungkinan dari hasil survei SMRC tadi justru keberhasilan penilaian kinerja yang positif pemerintahan Jokowi ini coattail effect-nya itu jatuh ke temen-temen PDIP dengan perolehan yang sampai katakanlah 25 persen," kata Benny, Kamis 1 April 2021

Benny menilai ini sebagai satu hal yang menarik. Sebab, semestinya kinerja Jokowi selama ini harusnya jadi prestasi partai politik pendukungnya. Maka itu, mestinya prestasi ini harus dinikmati bersama oleh partai politik pendukung.

"Tapi, nyatanya yang paling menerima risikonya itu adalah PPP tadi. Survei mengatakan PPP ini dan PAN itu terancam akan hilang di 2024. Jadi, bagi saya sebetulnya poin yang mau saya katakan adalah ya mestinya temen-temen berkoalisi dengan Jokowi ini mestinya harus menghitung harus memikirkan juga dirinya menjelang 2024," jelas Benny.

Menurut dia, koalisi pendukung Jokowi mesti mengubah strategi jelang Pemilu 2024. "Bagaimana memikirkan agenda ini untuk 2024, caranya adalah tidak ada cara lain selain revisi undang-undang pemilu," ujar Benny

Ia bilang bukannya saling membantu sesama koalisi pemerintah, namun yang ada saat ini mereka justru terhanyut dengan agenda politik yang dimainkan. Mayoritas dari mereka justru tidak mendukung Undang-undang Pemilu.

"Oleh sebab itu, perkiraan saya, saya tidak yakin partai politik pendukung Jokowi di pemerintahan ini akan tetap solid menjelang 2 tahun sebelum pemilu. Saya nggak yakin," ujar Benny

Menurut dia, jika kondisi seperti itu, maka semua parpol akan cari jalan penyelamatan untuk 2024. "Untuk apa terus berada di pemerintahan kalau tak dapat apa-apa padahal Pemilu 2024 sudah di depan pintu," ujarnya