Demokrat selidiki pemecatan pengawas Kemlu

Washington (AFP) - Anggota Kongres dari Partai Demokrat pada Sabtu meluncurkan penyelidikan atas pemberhentian "bermotivasi politik" oleh Presiden Donald Trump terhadap pengawas pemerintah yang diyakini telah memeriksa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengatakan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi Jumat malam bahwa ia berencana untuk memecat Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri, Steve Linick.

Itu adalah pemecatan mendadak ketiga Trump terhadap seorang pejabat yang bertugas memantau kesalahan dan penyalahgunaan pemerintah sejak April.

"Kami dengan tegas menentang pemecatan terhadap inspektur jenderal yang bermotif politik dan tindakan merusak Presiden atas posisi-posisi kritis ini," kata dua senior Demokrat - Senator Bob Menendez dan anggota Kongres Eliot Engel - dalam sebuah pernyataan.

Anggota parlemen mengatakan Linick "membuka penyelidikan atas kesalahan yang dilakukan oleh Pompeo sendiri."

Pemecatan Inspektur Jenderal "secara jelas dirancang untuk melindungi Menlu Pompeo dari akuntabilitas pribadi, akan merusak fondasi lembaga-lembaga demokratis kita dan mungkin merupakan tindakan pembalasan yang ilegal."

Seorang pembantu kongres Demokrat, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Linick sedang menyelidiki adanya pengaduan bahwa Pompeo secara tidak tepat memanfaatkan penugasan politik untuk melakukan kegiatan pribadi untuk dirinya dan istrinya Susan.

CNN, mengutip seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, melaporkan bahwa Pompeo sendiri telah merekomendasikan Stephen Akard sebagai pengganti Linick, yaitu mantan pembantu Wakil Presiden Mike Pence.

Menurut undang-undang, pemerintah harus memberikan pemberitahuan 30 hari kepada Kongres tentang rencananya untuk menghentikan seorang inspektur jenderal, secara teori memberi waktu bagi para pembuat undang-undang untuk mempelajari langkah tersebut - dan memprotes jika diperlukan.

Tapi pemecatan seperti sebelumnya telah dilakukan tanpa pemberitahuan, dan mereka yang diberhentikan telah digantikan oleh sekutu politik presiden dari Partai Republik.

Engel, yang mengepalai Komite Urusan Luar Negeri DPR, dan Menendez, petinggi Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, meminta Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri menyerahkan catatan terkait pemecatan Linick.

Mereka juga meminta untuk melihat file untuk penyelidikan Inspektur Jendral "yang melibatkan Kantor Kemenlu yang terbuka, tertunda, atau tidak lengkap pada saat pemecatan Mr. Linick."

Pompeo menimbulkan banyak pertanyaan karena sering bepergian keliling dunia dengan pesawat pemerintah bersama istrinya, yang tidak memiliki peran resmi.

CNN melaporkan tahun lalu bahwa seorang whistleblower mengeluh bahwa Biro Keamanan Diplomatik, yang menjaga misi AS di luar negeri dan juga menteri luar negeri, telah diberi tugas yang dipertanyakan untuk keluarga Pompeo, seperti mengambil makanan yang dibawa pulang atau merawat anjing keluarga. .
Departemen Luar Negeri mengkonfirmasi pemecatan Linick tetapi tidak mengomentari alasannya - atau apakah Pompeo sedang diselidiki.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri juga mengkonfirmasi bahwa inspektur jenderal yang baru adalah Akard, seorang pengacara yang menjabat sebagai penasihat urusan luar negeri untuk Pence saat ia menjadi gubernur Indiana.

Sejak tahun lalu, Akard telah memimpin Kantor Misi Luar Negeri Departemen Luar Negeri, yang menangani hubungan dengan para diplomat di Amerika Serikat.

Pelosi mengatakan Linick "dihukum karena melakukan tugasnya dengan terhormat untuk melindungi Konstitusi dan keamanan nasional kita."

"Presiden harus menghentikan pola pembalasan terhadap para pelayan publik yang bekerja untuk menjaga keamanan warga Amerika, khususnya selama masa darurat global ini," katanya.

Pompeo adalah salah satu pembantu Trump yang paling terpercaya dan jarang sekali terlihat berseberangan dengan presiden di depan publik.

Dalam beberapa bulan terakhir Pompeo (56) yang mendorong serangan pesawat tak berawak yang menewaskan seorang jenderal terkemuka Iran dan mempromosikan teori yang berseberangan dengan para ilmuwan arus utama bahwa pandemi COVID-19 berasal dari sebuah laboratorium di China.

Linick, lama berkarier sebagai jaksa penuntut, pada 2013 ditunjuk oleh pendahulu Trump, Barack Obama, untuk mengawasi anggaran diplomasi AS yang luar biasa besar, yaitu 70 miliar dolar AS.

Dia memainkan peran kecil dalam kisah pemakzulan Trump tahun lalu. Kepada Kongres dia menyerahkan dokumen-dokumen pengacara Trump, Rudy Giulinai, menyangkut tuduhan tak berdasar terhadap calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan Marie Yovanovitch yang dicopot Trump dari jabatannya sebagai duta besar AS untuk Ukraina.

Trump berulang kali menuntut presiden Ukraina dan mendesaknya untuk menggali aib dengan ancaman pembekuan bantuan militer kepada sekutunya yang sedang memerangi kaum separatis dukungan Rusia itu.

Sejak dibebaskan oleh Senat, Trump murka terhadap apa yang disebutnya "Negara Dalam Negara" yang dia anggap sebagai upaya untuk mendongkelnya.

Dia telah memecat atau memutasi para inspektur jenderal Pentagon, komunitas intelijen dan Departemen Kesehatan dan Urusan Kemanusiaan, serta seorang pejabat kesehatan senior yang mempertanyakan langkah Trump mempromosikan terapi obat COVID-19 yang belum terbukti.