Demokrat Sindir Jhoni Allen Cs: Hadapilah, Jangan Baper

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kisruh internal Partai Demokrat makin memanas usai pemecatan terhadap 7 kadernya terait upaya kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan pelanggaran etika. Sejumlah kader yang dipecat itu terus bermanuver dengan menyuarakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggusur AHY.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyampaikan kembali pemecatan dilakukan karena enam kader mau mengganti kepemimpinan AHY. Dalam upayanya, mereka bekerja sama dengan oknum pejabat di pemerintah.

"Itu abuse of power. Itu bila karena tidak puas dan hanya segelintir kader itu biasa. Itu dinamika demokrasi. Tapi, yang menjadi masalah besar karena ada oknum kekuasaan masuk ke sini menggunakan penyalahgunaan kekuasaan sehingga apa, sehingga mereka ini punya bensin luar biasa," ujar Herzaky, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne yang dikutip VIVA, Kamis, 4 Maret 2021.

Dia menyinggung dengan amunisi bensin yang dimiliki maka gerakan segelintir eks kader itu bisa terus jalan. Ia bilang dari pengakuan sejumlah kader pengurus DPD, segelintir orang tersebut coba merayu untuk mendukung KLB. "Tapi, itu lah kenyataannya ini mesti diketahui bersama-sama," jelas Herzaky.

Menurutnya, para kader yang dipecat tersebut mesti merujuk peraturan UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang partai politik. Ia menyinggung UU itu mengatur perselisihan internal dengan mediasi yang kali pertama dilakukan mahkamah partai. Pun, kata dia, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) juga mengatur terkait perselisihan.

"Sebenarnya terbuka peluang kok. Saya kok dipecat, saya nggak terima nih. Silakan saja. Datang saja ke mahkamah partai, karena itu sudah diatur dalam di UU partai. Itu ada di AD/ART, sudah clean and clear," sebutnya.

Dia menyindir agar para kader yang dipecat bisa menghadapi dan tak terbawa perasaan alias baper.

"Itu juga ada tenggat waktunya terbuka saja ini kalau mau datang, kalau mau pilih jalan lain. Saran kami, hadapi lah. Hadapi, jangan baper lah untuk mantan kader yang dipecat ini," ujarnya.

Sebelumnya, Demokrat memecat enam kadernya karena dinilai terlibat dalam pergerakan kudeta. Satu kader senior lainnya dipecat dengan alasan pelanggaran etika dan berkelakuan buruk.

Baca Juga: Babak Baru Kisruh Demokrat: Marzuki Alie Sampai Jhoni Allen Dipecat

Herzaky menjelaskan tujuh kader yang dipecat sudah tak bisa lagi dikaitkan dengan Demokrat. Ia merincikan untuk enam kader sudah terbukti melakukan perbuatan tingkah laku buruk dan merugikan partai terkait isu kudeta AHY.

"Maka DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap nama-nama berikut: Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya," ujar Herzaky, dalam keterangannya, Jumat, 26 Februari 2021.

Sementara, satu kader yang dipecat karena pelanggaran etika adalah Marzuki Alie. Eks Ketua DPR itu dipecat karena dinilai melukai perasaan pengurus dan kader Demokrat.

Buntut pemecatan ini, Jhoni menggugat Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jhoni juga menggugat Sekretaris Jenderal Demokrat Teuku Riefky serta Ketua Dewan Kehormatan Hinca Panjaitan.

Pun, Marzuki Alie kabarnya akan menempuh jalur hukum karena merasa difitnah lantaran disebut ikut pergerakan kudeta terhadap AHY. Ia akan melaporkan sejumlah kader Demokrat karena menyebut namanya dalam isu kudeta.