Demokrat Sindir Jokowi, Dulu Tolak Pesawat Presiden Kini Menikmati

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, angkat bicara mengenai polemik pengecatan pesawat presiden dari warna biru ke merah putih. Jansen menyindir para pihak yang pada awalnya mengkritik pembelian pesawat kepresidenan namun justru saat ini malah menikmatinya.

Jansen kembali mengingat saat awal pembelian pesawat kepresidenan di mana pada saat itu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono banyak mendapatkan kritik. Kritik tersebut salah satunya berasal dari Presiden Jokowi yang saat itu masih menjadi Gubernur DKI.

"Ternyata thn 2014 pak @jokowi pernah mengatakan terkait pesawat presiden anggaran sebesar itu dipakai menutupi kebutuhan dasar saja pendidikan kesehatan dll. Pdhl pak @SBYudhoyono cuma pakai pesawat ini bbrp bulan saja. Yg nolak malah terus pakai," ujar Jansen dalam akun twitternya yang dikutip, Kamis 5 Agustus 2021.

Baca Juga: Ini Orang Terkaya Baru di Indonesia yang Muncul di Tengah Pandemi

Menurut Jansen, lebih baik para pihak yang semula menyerang SBY terkait pesawat kepresidenan, dapat meminta maaf. Sebab mereka saat ini justru menikmati pesawat kepresidenan yang dibeli saat Pemerintahan SBY.

"Bagi siapapun kalian yang dulu nolak beli pesawat ini dan sekarang malah menikmati naik didalamnya, durhaka kalian ke pak SBY yang kalian hujat padahal cuma makai beberapa kali. Jadi setiap kalian naik pesawat ini minta maaflah dalam hati agar tidak sial," kata Jansen.

Karena itu, Jansen mengingatkan agar para pihak tidak asal bicara mengenai pembelian pesawat kepresidenan ini.

"Dan untuk para buzzerp lebih baik kalian dukung pesawat itu dijual sebagaimana usul orang-orang yang sekarang jadi bagian kekuasaan ini. Apalagi junjungan kalian juga tak setuju ketika dulu dibeli tapi nikmati naik sampai sekarang. Itu maka mulut jangan asal bicara sejarah mencatat waktu menjawab. Salam," ujar Jansen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel