Demokrat tak gubris Trump, tingkatkan iklan kecam respons virus corona

Oleh Jeff Mason dan Amanda Becker

WASHINGTON (Reuters) - Kelompok pelobi super Demokrat Priorities USA mengatakan Kamis bahwa pihaknya berencana memperluas penggunaan iklan yang mengkritik tanggapan Presiden Donald Trump terhadap pandemi virus corona meskipun upaya kampanye keterpilihan kembali Trump berusaha menghentikannya.

Kampanye Trump pada Rabu mengatakan telah mengirim surat gencatan dan penghentian ke stasiun televisi lokal yang menjalankan iklan di Florida, Michigan, Minnesota, Pennsylvania, dan Wisconsin - semua diperkirakan sebagai negara bagian paling penting pada pemilihan presiden November - karena apa yang dianggapnya pernyataan palsu bahwa Trump menyebut virus sebagai hoaks.

Kubu Trump mengancam proses pengadilan jika stasiun televisi menolak menarik iklan itu.

Iklan itu memainkan kutipan kata demi kata dari presiden, termasuk "Kita sudah benar-benar terkendali," dan "Suatu hari itu seperti keajaiban, virus akan menghilang" karena grafik menunjukkan meningkatnya jumlah kasus infeksi AS . Dalam pembukaan, iklan itu menyertakan kutipannya bahwa "ini hoaks terbaru mereka."

Kampanye keterpilihan kembali Trump mengatakan bahwa kutipan itu mengacu kepada "kritik Demokrat dan politisasi respons federal terhadap krisis kesehatan masyarakat " dan menuntut iklan itu dihapus karena keliru menyatakan dia menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan virus corona.

Priorities USA mengatakan iklan itu masih tayang di Florida, Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin dan akan diperluas ke Arizona selama beberapa pekan ke depan.

"Fakta bahwa Trump akan berusaha keras menghindarkan rakyat Amerika mendengarkan kata-katanya sendiri menambah urgensi berkomunikasi mereka di mana pun," kata ketua kelompok itu Guy Cecil dalam satu pernyataan.

"Trump tidak ingin pemilih mengetahui kebenarannya. Kami tidak akan diintimidasi. Kami akan terus mengatakan yang sebenarnya dan meminta pertanggungjawaban Donald Trump."

Presiden menghadapi kritik karena awalnya mengecilkan keseriusan virus corona.

Dalam beberapa hari terakhir ia menyamakan epidemi itu dengan flu musiman dan mempertanyakan perlunya tindakan karantina yang keras demi menghentikan penyebaran virus corona.

Presiden, yang memiliki gugus tugas virus corona sendiri awal bulan ini merekomendasikan rakyat menghindari berkumpul dalam kelompok lebih dari 10 dan menghindari makan di restoran selama 15 hari guna menumpulkan penyebaran virus, dengan mengatakan dia ingin membuka kembali ekonomi AS demi bisnis menjelang Paskah pada 12 April.

Dia mengatakan akan mendengarkan saran dari para profesional kesehatan masyarakat sebelum membuat keputusan itu.


(Laporan Jeff Mason dan Amanda Becker)