Demokrat Terima Putusan MK Pilkada Ulang Morowali

Palu (ANTARA) - Partai Demokrat Sulawesi Tengah menerima dengan lapang dada atas keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap pelaksanaan Pilkada ulang di Kabupaten Morowali yang sebelumnya dimenangkan oleh calon bupati yang diusung Partai Demokrat bersama koalisinya.

"Kita menjunjung tinggi keputusan itu. Kita ikhlas," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Talitti Paluge sesaat setelah MK memutuskan Pilkada ulang Morowali, Selasa.

Dia mengatakan keputusan MK tersebut bukan berarti kekalahan bagi pasangan calon bupati Anwar Hafid/US Marunduh yang menang pada Pilkada Morowali 27 November 2012.

Talitti mengatakan keputusan MK tersebut tidak berimplikasi buruk terhadap menurunnya citra dan pamor pasangan Anwar Hafid/Marunduh yang diusung oleh Demokrat.

Dia mengatakan keputusan MK tersebut bukan karena kesalahan hukum yang dilakukan oleh Anwar Hafid/Marunduh sebagai pasangan petahana.

"Tetapi itu kesalahan yang dilakukan oleh penyelenggara pilkada yang meloloskan satu calon bupati yang tidak memenuhi syarat kesehatan," kata Talitti.

Dia mengatakan hal ini perlu diluruskan kepada masyarakat khususnya di Morowali bahwa tidak ada pelanggaran pilkada yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur oleh Anwar Hafid/Marunduh.

Talitti mengatakan justru karena kesalahan orang lain pasangan calon bupati yang diusung Demokrat itu dirugikan.

Dihubungi dari Palu, kuasa hukum termohon Idham Chalid mengatakan MK memutuskan pilkada ulang Kabupaten Morowali pada Selasa dengan tidak mengikutsertakan pasangan Andi Muhammad/Saiman Pombala.

Idham mengatakan hakim MK hanya mengabulkan permohonan dari pemohon untuk mengulang pilkada karena lolosnya calon Andi Muhammad yang tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan rekomendasi ikatan dokter Indonesia.

"Pilkada diulang minus Andi Muhammad," katanya.

Dia mengatakan fakta hukum memang tak bisa dibantah dimana anggota KPU diberhentikan karena dianggap melanggar etika.

Idham mengatakan sebagai kuasa hukum termohon sebelumnya meminta kepada hakim MK untuk mempertimbangkan birokrasi, anggaran dan keamanan sehingga pilkada tidak perlu diulang.

"Tetapi mungkin hakim punya pertimbangan lain sehingga mengabulkan permohonan pemohon," katanya.

Dia mengatakan meskipun ada prinsip secara universal yang dilanggar, dimana kesalahan pihak lain atau kerugian pihak lain ditimpakan kepada pihak yang tidak bersalah tetapi keputusan MK tetap dijunjung tinggi karena itu keputusan bersifat final.

"Ini juga penting sebagai pelajaran hukum dan demokrasi," katanya.

Pilkada Morowali lalu dimenangkan oleh pasangan Anwar Hafid/Marunduh mengalahkan empat pasangan lainnya yakni Ahmad Ali/Yakin, Chaeruddin Zen/Delis, Andi Muhammad/Saiman Pombala dan pasangan Burhan Hamading/Huragas Talingkau.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat