Demokrat Versi KLB Beri Moeldoko Gelar Jenderal Santri Usai Jadi Imam Salat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Darmizal, menyematkan Moeldoko sebagai 'Jenderal Santri'. Menurutnya, selain faktor kepemimpinan dan kecakapan di bidang pemerintahan, Moeldoko memiliki kapasitas keilmuan dan pengetahuan keagamaan yang cukup luas.

Hal itu ditunjukkannya saat Moeldoko menjadi imam salat Maghrib berjamaah bersama Demokrat KLB pada Jumat (26/3/2021) malam kemarin. Dia mengatakan, ketua umumnya itu menunjukkan kefasihan membaca ayat dan memimpin doa di hadapan belasan jamaah.

"Moeldoko bukan hanya cakap dan berprestasi sebagai Panglima TNI, tetapi ternyata juga beliau seorang pemimpin yang mampu memimpin salat (Imam) dan memiliki bacaan yang baik," kata Darmizal dalam keterangannya dikutip Sabtu (27/3/2021).

Dengan itu, DPP Demokrat versi KLB memberikan julukan 'Jenderal Santri' kepada Moeldoko. Pihaknya semakin yakin kepemimpinan Moeldoko akan memberi wajah dan semangat baru bagi perjalanan Partai Demokrat.

Jadi Nilai Jual Elektoral

"Kami semakin bangga dengan Ketum (Pak) Moeldoko yang juga seorang santri," tutur Darmizal.

Menurutnya, figur eks Panglima TNI itu diyakini akan menjadi nilai jual elektoral dalam persiapan pemilu mendatang. Sebab, figur Moeldoko dapat menjadi representasi kekuatan Nasionalis-Religius sebagai fondasi utama bangsa Indonesia.

Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: