Demonstran Bakar Mobil Polisi Tolak Lockdown COVID-19 di Belanda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Rotterdam - Polisi Belanda telah menembak dan melukai setidaknya dua orang menyusul unjuk rasa berujung ricuh di Rotterdam, di mana para demonstran memprotes kebijakan pembatasan baru Covid-19.

Para pengunjuk rasa melemparkan batu dan kembang api ke arah mereka dan membakar mobil polisi, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (20/11/2021).

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul untuk menunjukkan kemarahan mereka pada rencana pemerintah yang mewajibkan vaksinasi Covid-19 sebagai syarat beraktivitas, dan larangan kembang api pada Malam Tahun Baru.

Belanda memberlakukan lockdown parsial Covid-19 selama tiga minggu pekan lalu karena kasus melonjak.

Tujuh orang terluka dan setidaknya 20 ditangkap dalam malam yang dikutuk oleh walikota Rotterdam sebagai "pesta kekerasan".

Polisi melepaskan tembakan peringatan dan tembakan langsung "karena situasinya mengancam jiwa", kata seorang juru bicara polisi kepada kantor berita Reuters.

Kota ini ditempatkan di bawah keadaan darurat dan stasiun kereta api utamanya ditutup sebagai akibat dari kekerasan.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan mobil polisi yang terbakar dan perusuh melemparkan batu ke arah polisi di jalan perbelanjaan utama kota. Polisi anti huru hara menggunakan meriam air untuk membubarkan mereka.

Belanda memberlakukan pembatasan baru akhir pekan lalu setelah mencatat jumlah kasus Covid-19 tertinggi sejak pandemi dimulai.

Langkah-langkah tersebut berarti restoran dan toko harus tutup lebih awal, dan acara olahraga harus berlangsung di balik pintu tertutup.

Bentrokan di Kota Lain di Belanda

Seniman jalanan Jim Haan membuat mural di pagar konstruksi markas NL Dutch Post NL di Den Haag, Belanda, Jumat (10/4/2020). Seniman jalanan Belanda membuat mural untuk mendukung mereka yang berjuang selama pandemi virus corona COVID-19. (Koen Van WEEL/ANP/AFP)
Seniman jalanan Jim Haan membuat mural di pagar konstruksi markas NL Dutch Post NL di Den Haag, Belanda, Jumat (10/4/2020). Seniman jalanan Belanda membuat mural untuk mendukung mereka yang berjuang selama pandemi virus corona COVID-19. (Koen Van WEEL/ANP/AFP)

Demonstran bentrok dengan polisi di Den Haag setelah langkah-langkah diumumkan.

Para pengunjuk rasa di Rotterdam menyuarakan ketidaksetujuan mereka atas proposal pemerintah untuk memperkenalkan "corona pass" bagi mereka yang divaksinasi terhadap virus corona atau yang telah pulih dari penyakit tersebut.

Jika diperkenalkan, hanya mereka yang menunjukkan pass akan diizinkan masuk ke tempat-tempat dalam ruangan, seperti restoran dan bar.

Sebelumnya pada hari Jumat, pemerintah melarang kembang api pada 31 Desember untuk tahun kedua berturut-turut. Larangan itu akan mencegah "tekanan ekstra pada perawatan kesehatan", kata pemerintah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel