Demonstran Caci Maki Tim Pansus Honorer Aceh Barat

TRIBUNNEWS.COM, MEULABOH - Ratusan tenaga honorer kategori satu (K1) di jajaran Pemkab Aceh Barat yang sebelumnya dinyatakan lulus oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Rabu (26/12/2012) siang demo ke DPRK di Meulaboh.

Demonstran mencaci maki Pansus Honorer DPRK Aceh Barat, khususnya terhadap Ramli SE yang melaporkan kasus itu ke polisi beberapa waktu lalu.

Menurut pendemo, CPNS K1 jajaran Pemkab Aceh Barat telah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat setelah melakukan verifikasi terhadap 500 lebih berkas yang masuk.

"Persoalan ini timbul akibat ulah tim pansus DPRK Aceh Barat, semua gara-gara mereka yang tak ingin daerah maju dan berkembang," teriak orator aksi.

Sambil bercucuran air mata, demonstran yang mayoritas kaum perempuan dan ibu menyusui ini terus berteriak di halaman Gedung DPRK Aceh Barat. Secara bergantian mereka melontarkan kekecewaan terhadap tim pansus yang dinilai sepihak dan justru merugikan abdi negara di wilayah itu. Polisi mengawal ketat aksi demonstran.

Demonstran juga menyatakan kecewa karena anggota DPRK Aceh Barat tidak di tempat. Hanya dua anggota dewan yang menemui tenaga honorer pada aksi Rabu kemarin, yaitu Tgk Bustanuddin dan Nurhayati dari Fraksi Partai Aceh.

Setelah ada kesepakatan DPRK akan menggelar pertemuan, Kamis (27/12/2012) guna membicarakan persoalan itu dengan eksekutif, baru demonstran membubarkan diri.

"Kami tetap akan menuntut kasus ini hingga tuntas, sehingga hak tenaga honorer bisa didapatkan," kata Karman selaku koordinator aksi kepada Serambi (Tribunnews Network).

Anggota DPRK Aceh Barat, Tgk Bustanuddin menyatakan siap menampung aspirasi ratusan honorer yang menuntut agar mereka diangkat secara serentak menjadi PNS. Anggota DPRK Aceh Barat lainnya, Nurhayati memprotes Pemkab Aceh Barat karena menurut informasi yang diterimanya, dari 101 honorer yang dilakukan pendaftaran ulang terdapat tenaga honorer yang bermasalah dan sedang diusut polisi.

Pemkab Aceh Barat tetap melanjutkan proses pendaftaran bagi 101 tenaga honorer sesuai ketentuan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi supaya dituntaskan paling lambat akhir tahun ini.

"Kami hanya menjalankan aturan pemerintah. Mengenai sisanya sebanyak 285 tenaga honorer akan diperjuangkan ke Jakarta," kata Sekda Aceh Barat, Bukhari MM menjawab Serambi, Rabu (26/12/2012) di Meulaboh.

Menurutnya, batas waktu untuk pengusulan tambahan pengangkatan termasuk jatah 285 tenaga honorer di Aceh Barat, masih terbuka hingga hingga pertengahan Januari 2013.

"Pemkab Aceh Barat tidak akan tinggal diam dengan persoalan ini," kata Bukhari.

Ia berharap, dengan perjuangan yang akan dilakukan hingga ke Jakarta nantinya, nasib 286 tenaga honorer yang selama ini masih mengambang bisa menjadi jelas.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.