Demonstran dan polisi bentrok di Italia di saat negara-negara bertempur melawan melonjaknya kasus

·Bacaan 3 menit

Paris (AFP) - Demonstran Italia menggelar unjuk rasa publik terbaru di Eropa untuk menentang pembatasan baru anti-virus corona pada Minggu pagi ketika kian banyak negara yang memperketat aturan jaga jarak sosial selama akhir pekan guna melawan lonjakan infeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia sudah mengingatkan kenaikan "eksponensial" infeksi yang mengancam kemampuan sistem kesehatan dalam mengatasi gelombang kedua pandemi sehingga menguji banyak negara yang sepertinya berhasil mengendalikan virus ini sebelumnya tahun ini.

Berbagai pemerintah kini berjuang menyeimbangkan pembatasan baru terhadap kebutuhan demi menghidupkan kembali perekonomian yang sudah digempur lockdown kejam sebelumnya setelah virus corona pertama kali muncul di Kota Wuhan di China akhir tahun lalu.

Tetapi penduduk yang dilelahkan oleh isolasi sosial dan kesulitan ekonomi telah dibuat marah oleh pembatasan-pembatasan baru.

Sekitar 200 militan kanan jauh bermasker bentrok dengan polisi anti huru-hara Italia saat demonstrasi menentang jam malam baru di Roma tak lama setelah Minggu tengah malam. Mereka melemparkan suar dan petasan ke arah petugas.

Tujuh demonstran ditangkap selama unjuk rasa yang terjadi pada malam setelah ratusan orang membakar tempat sampah dan melemparkan proyektil ke arah polisi lebih jauh ke selatan di Napoli dalam unjuk rasa anti-jam malam lainnya.

Italia terguncang oleh resesi pasca-perang dunia kedua paling buruknya setelah lockdown nasional selama dua bulan yang dipicu oleh salah satu wabah terburuk di Eropa, dan pihak berwenang sejauh ini berusaha menghindari penerapan kembali pembatasan karantina yang lebih drastis.

Rangkaian unjuk rasa terbaru di sana mengakhiri demonstrasi serupa selama satu pekan untuk menentang pembatasan pemerintah di beberapa bagian Eropa, termasuk Spanyol, Swiss, dan Republik Ceko.

Benua itu telah mengalami lonjakan infeksi baru dan mengambil serangkaian tindakan pembendungan baru yang sebagian besar diupayakan untuk menghindari lockdown nasional baru, dari jam malam sampai pembatasan yang lebih banyak lagi terhadap pertemuan sosial.

Setelah Jerman mencatat kematian ke-10.000 akibat virus corona pada Sabtu, Kanselir Angela Merkel berkata, "Perintah hari ini adalah kurangi kontak, (dan) bertemulah dengan sesedikit mungkin orang."

Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan Sabtu bahwa dia sudah menjadi tokoh masyarakat terbaru yang dites positif terkena virus corona ketika negara Uni Eropa menghadapi rekor tingkat infeksi.

Duda (48) mengatakan dalam sebuah cuitan bahwa dia telah dites positif tetapi "merasa baik-baik saja" dan masih bertugas.

Spanyol awal pekan ini menjadi negara Eropa pertama yang resmi mencatat satu juta kasus virus corona sejak pandemi ini mulai.

Orang-orang di seluruh negeri bersiap menghadapi keadaan darurat nasional, jam malam semalaman dan langkah-langkah pembendungan baru lainnya.

"Mereka mungkin seharusnya melakukan ini sejak lama atau mengambil langkah lain seperti membatasi jumlah orang yang menggunakan transportasi umum atau pergi bekerja," kata mahasiswa berusia 22 tahun Patricia Vazquez kepada AFP di ibu kota Madrid.

Kolombia menjadi negara terbaru yang mencatat satu juta kasus Covid-19 terkonfirmasi pada Sabtu pada saat Prancis mencatat rekor dalam kurun 24 jam dengan sekitar 45.000 infeksi dalam sehari setelah melewati tonggak yang sama.

Pemerintah Prancis memperpanjang jam malam yang meliputi daerah-daerah yang dihuni sekitar 46 juta orang atau dua dari setiap tiga penduduk Prancis.

"Perbedaannya dibandingkan dengan gelombang pertama adalah bahwa sekarang ini kita juga memiliki semua patologi kronis dari periode musim dingin yang harus ditangani," kata dokter darurat Agnes Ricard-Hibon kepada televisi lokal.

Pada Jumat, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa "terlalu banyak negara yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang eksponensial sehingga saat ini membuat rumah sakit dan unit perawatan intensif tengah mendekati atau melebihi kapasitas."

"Kami mendesak para pemimpin agar segera mengambil tindakan guna mencegah kematian lebih lanjut yang tidak perlu."

Pandemi ini sudah merenggut nyawa 1,1 juta orang dan menginfeksi lebih dari 42 juta secara global. WHO memperingatkan bahwa belahan bumi utara berada pada titik kritis yang khusus.

Di AS, virus corona telah menjadi masalah utama menjelang pemilihan presiden bulan depan, dengan Presiden Donald Trump silang pendapat mengenai penanganan pandemi dengan lawannya Joe Biden.

"Pandangan bahwa Gedung Putih telah melakukan sesuatu selain telah mengacaukan ini adalah omong kosong," kata pendahulu Trump, Barack Obama, yang pada Sabtu berkampanye untuk Biden, mantan wakil presidennya.