Demonstran di Palembang Adang Mobil Wapres, Tujuh Orang Diamankan Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Mobil iring-iringan Wakil Presiden Ma'ruf Amin diadang pengunjuk rasa di Palembang, Sumatera Selatan. Akibatnya, tujuh pendemo diamankan polisi.

Pengadangan dilakukan massa berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di Simpang Charitas Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Rabu (6/9). Massa mengadang lalu mengejar mobil yang ditumpangi Wapres.

Beruntung, polisi dan TNI segera mengamankan situasi sehingga mobil rombongan Wapres dapat melanjutkan perjalanan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk terbang ke Jakarta. Pengadangan tersebut buntut kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluarkan pemerintah.

Koordinator Lapangan Amir Iskandar mengungkapkan, aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan publik terkait kenaikan harga BBM. Mestinya pemerintah mengambil cara lain selain mencabut subsidi BBM.

"Seharusnya ada antisipasi pemerintah dengan dana APBN. Jangan BBM yang dinaikan," tegas Amir.

Buntut rusuh dengan petugas, polisi mengamankan tujuh peserta aksi untuk pemeriksaan. "Mereka ini kita data dulu dan kita ambil keterangan," kata Kanit Identifikasi Polrestabes Palembang Iptu Agus.

Sementara itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, aksi pendemo telah mengantongi izin dari kepolisian. Namun, aksi yang semula dijadwalkan di halaman Kantor Gubernur Sumsel mendadak berubah dan pindah ke Jalan Jenderal Sudirman.

"Ternyata mereka melakukan aksi di tempat yang berbeda, tepatnya di Simpang 5 Charitas. Di mana kondisi jalannya sangat padat kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan," kata Rudi. [cob]