Demonstran Lebanon Rintangi Pengiriman Bahan Bakar ke Suriah

Beirut (AFP/ANTARA) - Puluhan demonstran Lebanon merintangi dua garis penyeberangan utara dengan Suriah pada Rabu sebagai protes atas pengiriman tangki bahan bakar diesel kepada rezim Suriah, kata demonstran kepada AFP.


Orang-orang berkumpul di penyeberangan Tartus dan Aabudiyeh yang mengarah ke provinsi Suriah Homs dan merintangi jalur truk dengan menumpuk batu dan benda-benda lainnya.


Puluhan mobil, bus dan truk dengan plat nomor Suriah terlihat diparkir di kedua sisi perbatasan, sementara penumpang mereka menunggu jalan-jalan dibersihkan.


Menteri Lebanon, Moin al-Meraabi, anggota Gerakan Masa Depan yang dikepalai pemimpin Sunni dan rivalnya dari Damaskus Saad al-Hariri, tiba di tempat kejadian dan berjanji untuk membuka jalan bagi mobil-mobil sipil dan bus.


"Kami tidak akan membiarkan pengiriman bensin dan tanker bahan bakar diesel, karena bahan bakar tersubut digunakan untuk upaya militer rezim Bashar al-Assad," kata menteri itu kepada AFP.


Di utara kota Tripoli, sementara itu, "pria bersenjata menembak truk tangki Lebanon pada sore hari yang diduga mengangkut bahan bakar ke Suriah," menurut seorang sumber keamanan.


"Mereka menembaki salah satunya dan menembus kaca depan. Ketika pengemudi Lebanon tidak berhenti, mereka mengejarnya dengan mobil ke daerah Beddawi, di sana mereka menghentikannya dan memukuli dia sampai mereka menyadari truk itu kosong dan membebaskannya."


Ada telah melihat serangkaian protes di daerah mayoritas Sunni di Lembah Bekaa, timur Lebanon dan di utara yang bertujuan untuk menghentikan pengiriman bahan bakar ke Suriah.(mr/ml)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.