Demonstran Sri Lanka akan Duduki Istana & Rumah PM Sampai Tuntutan Mereka Terpenuhi

Merdeka.com - Merdeka.com - Para pemimpin gerakan unjuk rasa di Sri Lanka mengatakan mereka akan menduduki istana presiden dan rumah perdana menteri sampai kedua pejabat itu mundur. Dalam unjuk rasa terbesar pada Sabtu, para demonstran menerobos ke istana presiden Gotabaya Rajapaksa dan juga membakar rumah Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe pada Sabtu malam.

"Presiden harus mengundurkan diri, perdana menteri harus mengundurkan diri dan pemerintah harus mundur," jelas penulis naskah teater, Ruwanthie de Chickera dalam konferensi pers di lokasi demo, diapit para pemimpin unjuk rasa lainnya yang membantu gerakan demo menentang pemerintah, dikutip dari Reuters, Senin (11/7).

Sri Lanka dilanda krisis ekonomi terparah dalam 70 tahun. Cadangan devisa negara ini semakin menipis sehingga tidak bisa mengimpor bahan bakar, makanan, dan obat-obatan.

Presiden Gotabaya dan PM Wickremesinghe telah mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri. Mereka memenuhi tuntutan yang semakin meningkat setelah demo besar pada Sabtu.

Ketua DPR Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardena mengatakan Presiden Gotabaya akan mengundurkan diri pada Rabu, 13 Juli.

"Keputusan untuk mundur pada 13 Huli diambil untuk memastikan penyerahan kekuasaan berlangsung damai," jelasnya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel