Demonstrasi Tambang Myanmar Memanas

Yangon (AFP/ANTARA) - Polisi anti huru-hara menembakkan meriam air untuk membubarkan orang-orang yang melakukan aksi protes menentang tambang tembaga yang didukung China di bagian utara Myanmar, ujar seorang aktivis kepada AFP pada Kamis.


"Sementara kami sedang tidur, polisi anti huru hara datang ke situs tersebut dan menembakkan air," kata Yaywata, seorang biarawan yang berada di antara ratusan demonstran menentang tambang tersebut, yang sebelumnya sudah mengakibatkan beberapa bulan protes terkait keluhan tentang dugaan perluasan lahan ilegal.


Beberapa biarawan ditangkap dan sekitar 30 orang lainnya "menderita luka bakar pada tubuh mereka" setelah polisi menembakkan gas misterius ke arah terhadap pengunjuk rasa, tambah Yaywata tanpa berspekulasi gas apa yang ditembakkan tersebut.


"Kami sekarang berkumpul di sebuah biara terdekat. Kami belum memutuskan apa yang harus dilakukan," tambahnya.


Penduduk desa, biarawan dan mahasiswa telah diperingatkan untuk mengosongkan kamp-kamp protes di dekat tambang tersebut, yang dibangun perusahaan patungan antara Myanmar Economic Holdings milik militer dan grup Wanbao dari China, pada Selasa namun mereka bertekad menentang pihak berwenang.


Para pengunjuk rasa menuntut perusahaan tersebut untuk menghentikan operasi hingga mereka merilis studi dampak lingkungan dan sosial.


Dalam sebuah protes pada September, para aktivis mengatakan bahwa sekitar 8.000 hektar lahan telah disita dari petani setempat tanpa konsultasi, dan dalam beberapa kasus tanpa kompensasi. (ai/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.