Denda Pelanggar Protokol Covid-19 di Seluruh Indonesia Mencapai Rp 4,7 Miliar

·Bacaan 1 menit
Warga pelanggar PSBB dihukum menyapu saat terjaring razia masker di Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Petugas Satpol PP gencar melakukan razia masker menyusul kasus COVID-19 di DKI Jakarta yang terus meningkat. (merdeka.com/Imam Buhori)
Warga pelanggar PSBB dihukum menyapu saat terjaring razia masker di Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Petugas Satpol PP gencar melakukan razia masker menyusul kasus COVID-19 di DKI Jakarta yang terus meningkat. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Penegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 masih terus dilakukan di seluruh Indonesia.

Lewat Operasi Yustisi 2020, polisi mencatat denda para pelanggar yang dikumpulkan selama 50 hari pelaksanaan giat mencapai Rp 4,7 miliar.

"Kurungan empat kasus, denda administrasi sebanyak 80.473 kali dengan nilai denda Rp 4.748.534.028 miliar," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020).

Menurut Awi, sejak awal giat Operasi Yustisi 2020 mulai 14 September sampai dengan 2 November 2020, tim gabungan telah melaksanakan penindakan sebanyak 10.354.706 kali.

"Dengan rincian sanksi teguran lisan 7.905.128 kali dan teguran tertulis 1.351.073 kali," jelas dia.

1.925 Tempat Usaha Ditutup

Adapun terkait aturan disiplin protokol Covid-19 tempat usaha pun masih turut dikawal. Bagi yang melanggar, maka akan diberikan sanksi penertiban hingga penutupan sementara.

"Penutupan tempat usaha sebanyak 1.925 kali, sanksi lainnya atau kerja sosial sebanyak 1.016.102 kali," Awi menandaskan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: