Dendam Sering Dimarahi, Santri Tusuk Ustaz Usai Wudhu

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang santri, IS (17), harus berurusan dengan polisi lantaran melakukan tindak pidana penganiayaan. Ironisnya, korban kejahatan pelaku tak lain adalah ustaznya sendiri, BM (29).

Peristiwa itu terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Bungan Mayang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Rabu (31/8) sore. Ketika itu korban baru saja mengambil wudhu di masjid untuk salat Ashar. Tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang yang langsung menusuk korban dari belakang dan mengenai punggung.

Korban pun terkapar. Pelaku kembali menusukkan pisau ke arah korban dan mengenai lengan kiri.

Korban terkapar tak berdaya yang membuat santrinya itu semakin beringas. Begitu menusuk ketiga kali, pelaku dipegangi dua santri lain.

Untuk mencegah amarah penghuni pesantren, pelaku segera dibawa ke rumah kepala desa setempat. Kemudian polisi datang untuk menjemput pelaku.

Kasatreskrim Polres OKU Timur AKP Apromico mengungkapkan, korban masih menjalani perawatan rumah sakit akibat luka cukup parah di punggung dan tangannya. Namun korban masih bisa dimintai keterangan.

"Korban ditusuk santrinya sendiri, ada dua luka tusukan akibat perbuatan tersangka," ungkap Apromico, Kamis (1/9).

Dari pemeriksaan, tersangka kesal lantaran kerap dimarahi korban. Dia muncul dendam dan berniat memberi perhitungan kepada pengajarnya itu.

"Motifnya karena dendam, tersangka tak terima selalu dimarahi," ujarnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman empat tahun penjara. Barang bukti disita di antaranya sebilah pisau bersarung kulit ular. [fik]