Dengan K-Pop, Sm*sh Mampu Gerus Band Melayu  

TEMPO.CO, Jakarta -Kepopuleran boyband Sm*sh selalu dikaitkan dengan perannya sebagai pemicu wabah K-pop di Indonesia dari sisi musik. Lantas apa sebenarnya yang membuat Sm*sh memilih jalur K-Pop?

Menurut para anggota Sm*sh ; Rafael, Rangga, Morgan, Bisma, Dicky, Reza, dan Ilham, tujuan utama didirikannya boyband ini adalah untuk memperkaya genre musik di Tanah Air pada 2010. Kala itu industri musik di Indonesia tengah dirajai oleh band-band bergenre Melayu seperti ST12 dan Kangen Band.

"Konsep yang kami pilih adalah boyband. Kami melihat suatu celah yang masih kosong dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku industri musik di Indonesia," ujar Bisma kepada Tempo, Selasa, 27 November 2012.

Celah kosong itu kemudian berhasil digunakan oleh Sm*sh, bahkan mereka terbilang sukses besar. Terbukti, munculnya Sm*sh berlanjut dengan lahirnya boyband dan girlband lain yang ikut meramaikan belantika musik dalam negeri. Band-band Melayu pun mulai tergerus.

"Dan ternyata konsep kami diterima dengan baik oleh penggemar musik di Tanah Air," ujar Morgan.

Sejak pertama kali muncul, Sm*sh memakai paket lengkap nuansa K-Pop. Semua terlihat dari jenis musik pop dance yang dibawakan sampai gaya berbusananya. "Konsep berpakaian dan lain-lain pada saat kami berdiri mengacu kepada boyband-boyband Korea," kata Bisma.

Tapi, menjelang pergantian tahun 2012 ke 2013, para personel Sm*sh ingin lebih memakai karakter sendiri dengan tetap mengusung tema K-Pop. Alasannya, agar tak membosankan para penikmat musik di Indonesia.

"Saat ini kami sudah mulai sedikit demi sedikit berubah mengikuti karakter dari masing-masing personel kami," ujar Bisma.

YAZIR FAROUK

Berita Lain:

Empat Tontonan Wajib Buat K-Poppers

Update Info Bintang Korea Demi Kesenangan

Cara Bintang K-Pop Menjamu Fan

Rain, Jagonya K-Pop dan Bisa Tembus Hollywood

Para Lelaki Ini Penggila K-Pop

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.