Denny bantah KPK ada koruptor bisa jalan-jalan keluar penjara

MERDEKA.COM. Ketua KPK Abraham Samad menyebut banyak koruptor yang bebas keluar masuk penjara. Abraham mengaku informasi ini datang dari Wamenkum HAM Denny Indrayana. Namun rupanya Denny mengaku tak pernah merasa curhat pada Abraham. Dia balik mempertanyakan data yang dimiliki KPK.

"Saya minta Ketua KPK menjelaskan napi siapa dan lapas mana yang napi korupsinya sering keluar malam. Abraham menyatakan, sebenarnya belum ada datanya. Kalau ada dia akan infokan saya," kata Denny Indrayana, Kamis (9/5).

Denny membantah kewalahan mengurus tahanan. Menurutnya tahanan ditempatkan di Rutan Guntur milik TNI bukan karena Kemenkum HAM tak mampu mengurus tahanan.

"Ketika saya menelepon Ketua KPK untuk menempatkan Nazaruddin di Rutan Guntur, konteksnya adalah untuk pengamanan. Nazar pernah berkirim surat untuk ditempatkan kembali di Rutan Mako Brimob. Pak Amir dan saya tidak setuju. Kami pikir lebih tepat di Rutan Guntur, dengan warga yang jauh lebih sedikit tentunya pengamanannya lebih baik," lanjut Denny.

Denny mengaku pihaknya terus membenahi pengawasan di Lapas. Terutama soal izin napi sakit yang banyak disalahgunakan.

"Karena itu pada hari Minggu lalu Pak Menteri dan saya telah melakukan sidak ke RS dan lapas. Bahkan, untuk penertiban itu pula dalam minggu ini pun kami telah mengirimkan napi-napi yang kasusnya ditangani KPK ke Lapas Sukamiskin. Di sana saat ini ada lebih dari 500 napi, dengan 300 lebih di antaranya adalah kasus korupsi," tutup Denny.

Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad menyampaikan meski telah menyandang status sebagai terpidana, banyak koruptor yang tidak merasakan dinginnya jeruji besi. Banyak koruptor yang tetap bisa keluar masuk penjara seenak sendiri pada malam hari. Dia menyebut bahwa informasi itu datang dari Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.

"Saya tidak bisa sebutkan namanya, tapi Pak Denny menelepon saya, tentang kewalahan dia mengontrol perilaku-perilaku para koruptor yang bisa dengan bebas," ujar Abraham.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.