'Denny tak Paham Profesi Advokat'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Otto Hasibuan menilai Wamenkumham Denny Indrayana tidak paham profesi advokat.

Ia pun mempertanyakan pernyataan Denny yang mengaku pernah menjadi advokat dan kemudian menolak perkara korupsi.

Kecuali memang jika ada alasan tertentu, misalnya ada konflik kepentingan dengan kasus yang ditangani. Atau mungkin jika advokat tersebut merasa tidak mampu menangani bidang tersebut.

Otto menganalogikan pekerjaan advokat dengan dokter yang tak bisa menolak untuk mengobati pasien seorang pembunuh yang terkena peluru polisi.

"Dia tugasnya menyembuhkan orang sakit. Begitu juga dengan advokat. Harus dibela. Yang jadi soal, bagaimana advokat membela. Kalau tidak benar. Itu baru dipersoalkan. Tapi jangan disamakan, kalau membela koruptor maka jadi koruptor,’’ papar Otto.

Otto menjelaskan, hubungan antara advokat dengan kliennya berdasarkan perjanjian yang didasarkan kepercayaan. Makanya, advokat tidak boleh membocorkan rahasia kliennya. Ini yang dianggapnya masih salah ditanggapi masyarakat.

Orang awam, lanjutnya, masih melihat kalau ada advokat yang tidak membuka rahasia kliennya maka dianggap melakukan persekongkolan. Padahal, kode etik memang jelas mengatakan kalau advokat harus menjaga rahasia kliennya.

‘’Kalau membuka advokatnya bisa dihukum. Bahkan bisa penjara. Kecuali dia (klien) setuju. Itu harus dijelaskan kepada masyarakat. Ini seakan-akan kita bersekongkol dengan kliennya. Denny harusnya ikut membantu menjelaskan ini kepada masyarakat,’’ pungkas Otto.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.