Denotatif adalah Makna yang Bersifat Umum, Pahami Perbedaannya dengan Konotatif

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Memahami makna denotatif tidak lengkap tanpa memahami makna konotatif. Denotatif adalah makna yang besifat umum. Sementara konotatif adalah makna yang bersifat khusus.

Berdasarkan penyataan para ahli, denotatif adalah makna yang tidak menggunakan pikiran dan perasaan tertentu. Denotatif lebih mengarah pada objektivitas. Itu artinya tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi dan pasti apa adanya.

Apabila mencari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna denotatif adalah berkaitan dengan denotasi. Keduanya saling berkaitan dan hampir tidak memiliki perbedaan. Denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas.

Berikut Liputan6.com ulas denotatif adalah makna yang bersifat umum dari berbagai sumber, Jumat (22/1/2021).

Pengertian Denotatif Menurut Para Ahli

Ilustrasi membaca | (dok. Pixabay.com/ThoughtCatalog/Putu Elmira)
Ilustrasi membaca | (dok. Pixabay.com/ThoughtCatalog/Putu Elmira)

Menurut ArifindanTasai (2010:28)

Denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif.

Alwasilah (2011: 169)

Denotasi mengacu kepada makna leksis yang umum dipakai atau singkatnya makna yang biasa, objektif, belum dibayangi perasaan, nilai, dan rasa tertentu. Dikatakan objektif sebab makna denotasi ini berlaku umum.

Berger (2010: 65)

Makna denotasi bersifat langsung, dan dapat disebut sebagai gambaran dari suatu petanda. Sering juga makna denotatif adalah makna konseptual. Kata makan, misalnya, bermakna memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah makna denotatif.

Chaer (2009: 65-66)

Denotatif adalah (sering juga disebut makna denotasional, makna konseptual, atau kognitif karena dilihat dari sudut yang lain) pada dasarnya sama dengan makna referensial sebab makna denotatif ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainnya.

Djajasudarma (1999: 9)

Denotatif adalah makna yang menunjukkan adanya hubungan antara konsep dengan dunia kenyataan. Makna denotatif ini memiliki arti yang sebenarnya atau sesuai dengan yang dilihat, tidak mengandung makna yang tersembunyi.

Mengenal Denotatif

Ilustrasi Membaca | Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca | Credit: freepik.com

Apabila mencari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna denotatif adalah berkaitan dengan denotasi. Keduanya saling berkaitan dan hampir tidak memiliki perbedaan.

Denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.

Keberadaan denotatif berkaitan dengan kebutuhan pemakaian bahasa. Menurut penjelasan dari para ahli, denotatif adalah makna dengan pengertian objektif dan apa adanya. Maksud dari apa adanya adalah tidak disertai dengan perasaan dan pemikiran tanpa menimbulkan nilai rasa tertentu.

Secara sederhana, denotatif adalah makna yang bersifat umum. Untuk bisa lebih memahaminya, pembanding makna denotatif perlu dikaji juga. Pembanding denotatif adalah konotatif.

Mengenal Perbedaan Denotatif dan Konotatif

Ilustrasi Membaca Buku | Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Buku | Credit: freepik.com

Apabila sudah paham bahwa denotatif adalah makna yang objektif tanpa embel-embel perasaan tertentu dan murni, konotatif sebaliknya. Makna konotatif adalah tidak murni dan memiliki tautan pemikiran serta perasaan yang sifatnya pribadi.

Berdasarkan pernyataan dari Kridalaksana dalam Suwandi (2008: 82) bahwa makna konotatif (connotative meaning) adalah aspek makna sebuah atau sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan oleh pembicaraan (penulis) dan pendengar (pembaca).

Sementara penguatnya, yakni menurut pendapat dari Chaer (2009: 65) bahwa perbedaan makna denotatif dan konotatif didasarkan pada ada atau tidak adanya “nilai rasa” pada sebuah kata. Perbandingan sederhana yang bisa dijadikan kesimpulan, denotatif adalah bersifat umum sementara konotatif adalah bersifat pribadi atau khusus.

Contoh Kalimat Denotatif

Ilustrasi membaca | pexels.com/@olly
Ilustrasi membaca | pexels.com/@olly

1. Jerapah memiliki leher yang panjang lebih panjang dari leher hewan rata-rata.

2. Ulat bulu dikenal lebih gatal dari jenis ulat lainnya.

3. Melihat pembantunya sedang mengepel lantai, ibu hamil itu mengangkat kakinya ke atas kursi.

4. Ular dan kadal adalah jenis hewan reptil berdarah dingin.

5. Belalang memiliki darah berwarna biru yang disebut hemosianin.

6. Jerawat disebabkan oleh sebum.

7. Beberapa jenis spesies kutu berpindah ke inang lain dengan cara melompat.

8. Andi sarapan sambil membaca buku.

9. Tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ penting yang ada di dalam rongga dada.

10. Duduklah dengan posisi yang benar agar tulang punggung tidak menjadi rusak karena bengkok.

11. Kucingku sangat suka menggigit tangannya sendiri.

12. Budi memiliki seekor kambing jantan.

Contoh Kalimat Denotatif

Ilustrasi Membaca Buku | Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Buku | Credit: freepik.com

13. Ibu Lesti ke pasar beli daging sapi.

14. Anak itu terluka saat berlari ke arah ayahnya.

15. Adik tidur di kasur empuk yang terbuat dari busa.

16. Ibu menanam bunga di halaman depan rumahnya.

17. Kabarnya petani sulit mendapat subsidi pupuk.

18. Ayah minum kopi panas pagi-pagi sekali.

19. Kucing perliharaan tetanggaku terluka saat sedang bermain di depan rumah sendirian.

20. Bu RT akan segera panen karena padinya sudah mulai menguning.

21. Terjadi banjir bandang di Kalimantan Selatan karena tambang batu-bara.

22. Anak itu menulis sambil mengupil.

23. Ibu hamil wajib memeriksa kandungan secara rutin untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

24. Pesawat Sriwijaya jatuh di lautan lepas.

25. Gigi anak itu sudah ompong dan saat kecil suka makan manis, apalagi permen.