Denpasar rancang portal digital untuk satukan 30 ribu pelaku usaha

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Bali, I Dewa Made Agung mengatakan bahwa pihaknya tengah merancang sebuah portal digital untuk menyatukan pelaku usaha atau UMKM di Denpasar yang hingga kini mencapai 30 ribu usahawan.

"Saya mulai siapkan namanya Pusaka Kolab, dan ini belum kami resmikan. Kepanjangan dari Pelaku Usaha dan Koperasi Kolaborasi Laboratorium. Itu semacam portal dan pintu masuk. Sehingga apapun yang terkait UMKM bisa diakses di sana," kata Made Agung di Denpasar, Jumat.

Kadiskop dan UMKM Kota Denpasar itu mengatakan bahwa rencananya portal digital itu akan diluncurkan di penghujung tahun ini atau paling lambat pada Februari 2023 bertepatan dengan hari jadi Kota Denpasar.

Made Agung mengatakan saat ini pemerintah kota telah mencatatkan jumlah UMKM yang tersebar mulai dari pedagang kaki lima hingga pemilik toko mencapai 30 ribu pelaku usaha.

Dari tahun ke tahun pihaknya selalu rutin mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) digitalisasi, dalam rangka meningkatkan kemampuan para pelaku usaha dalam hal digitalisasi, dengan sasaran utama adalah usaha mikro yang masih kesulitan dalam akses.

"Jumlahnya 40-50 persen yang sudah paham digitalisasi. Untuk jemput bola, kami punya grup dan komunitas untuk menginformasikan adanya diklat, namun rata-rata informasinya belum maksimal dan banyak dari mereka yang sudah berada di zona nyaman dengan berjualan offline lalu sekarang diajak untuk berjualan secara online tentunya mereka merasa zona nyamannya hilang," ujar Made Agung.

Dengan itu maka muncul upaya menggaet para pelaku usaha di Denpasar, Bali, untuk paham digitalisasi dengan menyatukannya dalam sebuah wadah berupa aplikasi atau website Pusaka Kolab.

Melalui portal rancangan Pemerintah Kota Denpasar itu, nantinya pemilik UMKM tak hanya terdata secara manual, namun secara online dan terstruktur. Pun juga ini dapat membantu pihak Dinas Koperasi dan UMKM dalam mengumpulkan lagi usaha-usaha yang belum tersentuh.

"Di portal itu tak hanya bertransaksi saja tapi bisa berkomunikasi, mentoring, dan juga akan dimasukkan diklat-diklat. Kami mencoba memformulasikan agar UMKM tidak perlu secara offline datang ke sini tapi bisa melihat dan mendaftar di portal," kata Kadiskop dan UMKM Denpasar kepada media.

Upaya dalam mempercepat digitalisasi UMKM dan koperasi di Denpasar juga dilakukan dengan memasukkan pendaftaran HAKI ke dalam Pusaka Kolab. Apabila pelaku usaha ingin mendaftarkan usahanya dengan biaya murah, maka wajib untuk terdaftar di portal tersebut lebih dahulu.

"HAKI juga akan kami masukkan ke portal. Kalau mereka ingin biayanya lebih murah mereka harus jadi binaan kami dan mendapatkan rekomendasi dari kami. Ini juga untuk memancing mereka. Sekarang ini sudah tidak ada yang susah dalam mendapatkan HAKI," kata Made Agung.

Ditambahkan pula, nantinya pihak dinas akan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi yang saat ini tengah dalam program Merdeka Belajar. Setelah Pusaka Kolab dioperasikan maka para mahasiswa yang akan praktek perkuliahan dapat masuk ke UMKM dan koperasi yang telah terdaftar.

"Ini supaya mereka tidak hanya praktek kerja lapangan di pemerintahan saja tapi bisa ke UMKM," kata Made Agung.

Dengan menyiapkan portal ini, Made Agung berharap ke depan proses digitalisasi atau transformasi digital pada UMKM maupun koperasi di Denpasar dapat berjalan lebih cepat.

Baca juga: Kemenkop dan Dekranas sinergi tingkatkan kapasitas 425 SDM UMKM Bali

Baca juga: MenkopUKM: FGD B20 di Bali jadi peluang kerjasama UMKM