Densus 88 Antiteror Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Munarman Dibaiat ISIS

·Bacaan 2 menit
Sekretaris Umum FPI Munarman memberikan keterangan terkait aksi penyerangan terhadap polisi oleh Laskar FPI di Petamburan III, Jakarta, Senin (7/12/2020). Polisi menembak mati enam orang yang mengawal rombongan Rizieq Shihab. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, penyidik dari Tim Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami dugaan keterlibatan mantan Sekretaris Jendral Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam kegiatan baiat ISIS terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Tentunya ini semua masih didalami oleh Densus 88 terkait video tersebut, ada atau tidaknya tindak pidana kita masih menunggu proses yang dilakukan Sensus 88 Antiteror," tutur Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021).

Rusdi belum dapat memastikan adanya panggilan pemeriksaan untuk Munarman. Keseluruhan terkait proses klarifiasi masih menunggu kesimpulan dari penyidik Tim Densus 88 Antiteror Polri.

"Densus 88 masih mendalami perkara tersebut. Nanti perkembangannya bagaimana terhadap perkara tersebut, kami yakin peliput bisa mengetahui semua," jelas Rusdi.

Sebelumnya, Mabes Polri memberi sinyal bakal memeriksa eks petinggi Front Pembela Islam (FPI), Munarman terkait video viral pengakuan salah satu terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap dari Makassar, Sulawesi Selatan belum lama ini.

Rekaman video berdurasi satu menit itu berisi pengakuan salah satu terduga teroris JAD yang juga simpatisan FPI Kota Makassar, Ahmad Aulia (30). Dia menyebut, Munarman turut hadir saat kegiatan baiat massal kepada Daulatul Islam atau ISIS.

Untuk diketahui, video pengakuan terduga teroris itu diunggah oleh salah satu pengguna twitter, @sahaL_AS pada Kamis, 4 Februari 2021 pukul 11.41 WIB. Pria yang mengaku bernama Ahmad Aulia (30) ditangkap polisi atas tuduhan keterlibatan dengan salah satu jaringan teroris.

"Saya ditangkap pada 6 Januari 2021 di kantor polisi Polda Sulawesi Selatan. Adapun saya ditangkap atau ditahan di Polda Sulawesi Selatan karena saya berbaiat kepada Daulatul Islam, yang memimpin Daulatul Islam Abu Bakar Al Baghdadi. Saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015,, saya berbaiat pada saat itu bersama dengan 100 orang simpatisan dan Laskar FPI di Markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar," katanya dikutip dari video yang beredar.

Pengakuan Munarman

Pengakuan Ahmad Aulia, sejumlah pengurus FPI turut hadir saat 100 orang simpatisan dan laskar berbaiat kepada Daulatul Islam di Markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar.

"Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu. Ustad Fauzan, Ustad Basri yang memimpin baiat pada saat itu. Dan setelah baiat saya pernah mengikuti taklim rutin FPI di Jalan Sungai Limboto sebanyak 3 kali yang mengisi acara pada saat itu, atau taklim yaitu ustad Agus dan Abdurahman selaku pemimpin Panglima FPI Kota Makassar," ucap Ahmad.

Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman membantah pengakuan Ahmad Aulia. Munarman menyebut salah satu nama yang bisa menjelaskan secara rinci terkait kehadirannya di Makassar kala itu.

"Ada di penjelasan Agus Salim sebagai saksi," kata Munarman dalam keteranganya kepada awak media, Jumat (5/2/2021).

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini