Densus 88 Masih Rahasiakan Cara NII Sumbar Mau Lengserkan Pemerintahan Jokowi

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih mendalami soal rencana kelompok organisasi teroris Negara Islam Indonesia (NII) jaringan Sumatera Barat (Sumbar). Jaringan NII ini disebut ingin melengserkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum Pemilu 2024.

"Jadi kalau bagaimana caranya, itu kita akan dalami lagi. Cuma belum bisa kita share dulu ya sekarang," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, dikutip Rabu (20/4).

Aswin menjelaskan, jika informasi rencana pelengseran itu didapat usai 16 anggota kelompok NII jaringan Sumbar diamankan Densus Antiteror 88, beberapa waktu lalu. Dimana mereka mendapatkan informasi itu dari seorang atasannya.

"Mereka juga cuma mendapatkan keterangan seperti itu dari atasannya (NII) atau dari seseorang ya. Caranya itu adalah masih disembunyikan atau masih belum dijelaskan ke mereka dari petinggi yang lainnya atau ketua yang lainnya," ungkap Aswin.

Petinggi NII Masih Buron

Lebih lanjut, Aswin menuturkan, tersangka yang ditangkap Densus di Sumbar hanya anggota NII di tingkat kecamatan. Sebaliknya, pihaknya masih belum menangkap petinggi-petinggi NII. "Kita belum sampai kepada tingkat tinggi yang ditangkap ini masih pada tingkatan kecamatan ternyata," sebutnya

Meski demikian, Densus 88, kata Aswin, masih berupaya untuk memetakan struktur kelompok teroris NII ini agar dapat menjaring para petingginya.

"Setelah pemeriksaan ini baru kita dapat semua istilahnya gambaran struktur cuma dia itu terputus mereka juga tidak mengetahui siapa yang di atas dia. Hanya melalui seseorang sebagai istilahnya link yang sekarang lagi kita cari juga," katanya.

16 Orang Ditangkap

Sebelumnya, 16 anggota kelompok NII jaringan Sumbar diamankan Densus Anti Teror 88, beberapa waktu lalu. Dari pemeriksaan, terungkap jaringan tersebut berupaya melengserkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum Pemilu 2024.

"Dari barang bukti yang ditemukan menunjukkan sejumlah rencana dipersiapkan upaya melengserkan pemerintah berdaulat sebelum Pemilu 2024," kata Aswin dalam keterangannya, Senin (18/4).

Selain itu, mereka juga tengah mempersiapkan senjata tajam (golok) dan juga mencari pandai besi. "Terdapat potensi ancaman," katanya.

"Adapun temuan alat bukti arahan persiapan golok tersebut sinkron dengan temuan barang bukti sebilah golok panjang milik salah satu tersangka."

6 Ancaman Teror NII Sumbar

Berikut sederet potensi ancaman teror dari jaringan NII Sumatera Barat:

1.Memiliki keinginan untuk mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi Syariat Islam secara kaffah.

2. Memiliki niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah apabila NKRI sedang dalam keadaan kacau/chaos.

3. Melakukan berbagai kegiatan i’dad (persiapan serangan teror) secara rutin.

4. Merencanakan persiapan logistik serangan teror berupa senjata tajam (golok) serta produsen senjata tajam (pandai besi).

5. Melakukan perekrutan anggota secara masif di wilayah Sumatera Barat dengan melibatkan anak-anak di bawah umur.

6. Memiliki hubungan dengan kelompok teror di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel