Densus 88 Periksa 4 Pistol yang Didapat Usai Geledah Rumah Siti Elina

Merdeka.com - Merdeka.com - Densus 88 Antiteror dalami asal usul empat pucuk pistol yang dimiliki oleh tersangka Siti Elina. Salah satu pistol tersebut merupakan jenis FN yang dibawa ke kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat dan ditodongkannya ke arah Paspampres.

"Kita belum ada keterangan lanjut ke sana. Jadi ke empatnya (pistol) kah punya dia, atau bukan, masih kita dalami," kata Kabag Banops Densus 88, Kombes Aswin Siregar dalam dalam keterangannya, Kamis (27/10).

Aswin menjelaskan, empat senjata yang berbentuk pistol tersebut didapatkan usai kepolisian menggeledah rumah Elina yang berada di kawasan Koja, Jakarta Utara pada Selasa (25/10) lalu.

Namun dirinya menegaskan empat pistol tersebut belum tentu merupakan senjata api (Senpi) karena perlu dilakukan pemeriksaan lebih jelas lagi.

"Sebenarnya semuanya berbentuk pistol ya. Jangan bilang senpi dulu. Karena kenyataannya itu kita belum tau bisa nembak atau tidak, karena bentuknya memang seperti pistol. Sekarang sedang di uji, kemudian partsnya atau bagian senjata sedang diperiksa apakah betul kategori senpi atau senjata rakitan, atau air gun," tutup Aswin.

Di lain pihak, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan dari hasil pemeriksaan diketahui Siti Elina mengambil senjata api jenis FN itu secara diam-diam tanpa diketahui pamannya.

"Hasil pemeriksaan kami, senjata api ini baru sehari sebelumnya diambil oleh yang bersangkutan secara diam-diam. Ternyata ini milik pamannya, kemudian dibawa ke Istana, dari sini lah kami sita," ujar Hengki.

Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya mendapati pistol jenis FN yang dibawa Siti Elina kosong tanpa peluru. Siti Elina merupakan perempuan bersenpi yang mencoba menerobos Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (25/10) kemarin.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap senpi SE terpisah dengan magazine dan hanya terisi selongsong tanpa proyektil.

"Itu terpisah antara pistol dengan magazine, dan di dalam magazine itu ada satu selongsong artinya tanpa proyektil," kata Hengki saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/10).

Fakta itu ditemukan ketika petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengamankan senjata dari tangan Siti ketika hendak menerobos ring satu Istana Negara.

Namun, untuk memastikan terkait senjata ilegal yang dibawa Siti penyidik masih mendalami dengan melakukan uji balistik.

"Nah ini masih kita dalami bekerjasama dengan Tim Laboratorium forensik untuk melakukan uji balistik. Apakah terisi atau tidak, dengan ini merujuk pada pasal yang kita tersangkakan," jelas Hengki. [ded]