Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Aceh hingga Riau, Total Ada 17 Orang

Merdeka.com - Merdeka.com - Densus 88 menangkap terduga teroris di Aceh, Sumatera Utara dan Riau. Total ada 17 terduga teroris ditangkap Densus 88 dari tiga daerah tersebut.

"Update penangkapan tersangka tindak pidana terorisme jumlah total 17 orang. Di tangkap dari tiga Provinsi. Aceh, Sumut, dan Riau," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (25/7).

Ramadhan menyebut terduga teroris ditangkap di Riau satu orang dan tiga orang di Sumatera Utara. Sementara 13 orang lainnya ditangkap Densus 88 di Aceh terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Densus 88 AT Polri melakukan penegakan hukum sebagai upaya pencegahan tindak pidana terorisme terhadap 2 kelompok terorisme (JI 11 orang dan JAD 2 orang) pada 22 Juli 2022 di Provinsi Aceh," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (22/7).

Peran

Dia menyebut, teroris yang tergabung dalam JAD yakni berinisial RI yang berperan sebagai fasilitator terhadap para anggota JAD Medan yang melakukan tindak pidana bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada tahun 2019.

"MA, tersangka selaku anggota kelompok JAD berperan menampung dan memfasilitasi kelompok pelaku Rabbial Muslim Nasution (MD) yang merupakan pelaku bom Polresta Medan 2019. Tersangka juga pernah mengikuti idad sebagai persiapan melakukan tindak pidana terorisme," ujar dia.

Sementara ada 11 orang yang tergabung dalam JI. Mereka adalah ES, merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA (Akademi Pendidikan dan Pengkaderan) yang telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang.

ES juga pernah menjadikan rumahnya sebagai fasilitas kelompok JI dalam pelatihan weapon training pada tahun 2018, dan juga memilika 1 (satu) pucuk senjata PCP.

Terduga teroris selanjutnya RU. Dia merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA dan telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang. Selain itu, tersangka RU juga merupakan bagian dari Yayasan Madina, salah satu yayasan amal dibentuk JI sebagai sumber pendanaan JI.

Kemudian DN, yang merupakan bagian kelompok JI pada bidang Dakwah (T1). Dia berperan memberikan motivasi kepada anggota kelompok JI dalam menjalankan visi misi kelompok JI.

Lalu ada JU. Dia merupakan bagian kelompok JI pada bidang FKPP, pernah mengikuti kegiatan Turba atau terjun langsung dalam acara sosialisasi visi misi JI berdasarkan Strataji dibentuk oleh amir JI Parawijayanto.

Adapula SY, yang merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan fisik sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang.

Kemudian MF, yang merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang. Tersangka juga merupakan bagian dari bidang FKPP, pernah mengikuti kegiatan terjun langsung dalam acara sosialisasi visi misi JI berdasarkan Strataji dibentuk oleh amir JI Parawijayanto.

Lalu ada RS, merupakan bagian kelompok JI pada Korda Aceh. Pernah mengikuti berbagai kegiatan operasi JI salah satunya beberapa kegiatan Weapon Training (WT) di Aceh. Dan FE, merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang.

Selanjutnya ada SU, bendahara DIKLAT sampai terakhir sebagai bendahara PKP perubahan dari nama DIKLAT pada tahun 2020. Tersangka juga merupakan instruktur pada pelatihan fisik di sasana Cakrabuana yang merupakan tempat pengembangan kemampuan para anggota JI.

Lalu AKJ, yang merupakan bagian kelompok JI dengan sebagai QOID Komando Wilayah Sumbagut. Tersangka juga pernah menyalurkan dana dari bidang Dakwah (T1) JI yang digunakan untuk operasional kelompok JI.

Terakhir MH, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang Dakwah (T1) JI, dan juga merupakan pengurus salah satu yayasan amal milik JI yang merupakan salah satu sumber pendapatan dana JI.

Reporter: Nanda Perdana Putra [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel