Densus 88 Terus Dalami Aksi SE Coba Terobos Istana: Nanti Semua Jaringan Kita Bongkar

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemeriksaan kasus wanita coba terobos Istana kini ditangani Densus 88. Densus masih terus mendalami dan berjanji akan sampaikan hasil pemeriksaan setelah semua data terhimpun.

Untuk diketahui, dalam kasus ini selain Siti Elina, suami dan guru ngajinya juga ditetapkan tersangka.

"Kita belum bisa rilis untuk itu. Nanti pasti semua jaringan akan kita bongkar kita monitor. Saat ini terus terang kita masih mengembangkan penyelidikan lebih lanjut," kata Kabag Banops Densus 88, Kombes Aswin Siregar, Jumat (28/10).

Dia juga pastikan tidak ada peningkatan ancaman teror setelah peristiwa itu.

"Gak masalah, gak ada peningkatan eskalasi ancaman. Sehingga saya kira kegiatan masyarakat harusnya berlangsung aman damai tentram," ujar Aswin.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menetapkan JM selaku guru ngaji Siti Elina (SE) sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana teroris.

"Iya JM juga sudah (tersangka). Dia kan status nya guru nya," kata Kabag Banops Densus 88, Kombes Aswin Siregar saat dihubungi, Jumat (28/10).

Penetapan JM ini merupakan tersangka ketiga setelah BU suami dari Siti pada Kamis (27/10) dan Siti sendiri pada Rabu (26/10) telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak kepolisian sebagai tersangka.

"Intinya sudah jadi tersangka semua," kata Aswin.

Kendati demikian, kata Aswin, kepada tiga tersangka JM, BU dan Siti sampai saat ini masih diperiksa secara intensif oleh penyidik Densus 88 mengikuti aturan jangka waktu masa penangkapan dia.

"Iya, pakai undang-undang terorisme, masa penangkapan nya kan 14 hari," katanya.

Adapun aturan itu telah diatur sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018, dimana Densus 88 sebagai penyidik yang secara khusus menangani tindak pidana terorisme dapat melakukan penangkapan terhadap seseorang yang diduga teroris selama 14 hari lamanya dan dapat diperpanjang selama tujuh hari.

"Sangkaan nya pasal 7 (UU Terorisme) itu permufakatan. Pasti akan dilihat lagi perkembangan pemeriksaan atau perkembangan penyidikannya karena saya kira masih mungkin ada perkembangan," ujar Aswin. [lia]