Densus Dalami Jaringan Teroris di Balik Aksi Lone Wolf Zakiah Aini

Hardani Triyoga, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Polri menyampaikan Detasemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror masih mendalami dugaan keterlibatan kelompok lain terkait aksi penyerangan Zakiah Aini di Mabes Polri, Rabu kemarin, 31 Maret 2021. Dugaan sementara, Zakiah merupakan lone wolf.

"Tentunya, Densus tetap mendalami jika ada kelompok atau jaringan yang ada di balik aksi ZA kemarin. Densus masih mendalami," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri pada Kamis, 1 April 2021.

Menurut dia, dugaan Zakiah sebagai lone wolf karena inisiasi sendiri melaksanakan aksinya dengan menyerang anggota polisi di Mabes Polri. “Walau demikian, Densus tetap mendalami jika ada kelompok atau jaringan di balik aksi ZA,” ujarnya.

Menurut dia, pola perekrutan lone wolf itu inisiasi sendiri dan melakukannya sendiri. Ia bilang, dalam aksinya mereka mendapat itu semua melalui jaringan internet yang meluas saat ini. Maka itu, apapun dari internet semua bisa didapatkan.

“Kemungkinan, kalau lone wolf seperti ini mereka mendapatkannya sendiri. Salah satunya melalui media internet, media sosial yang ada sekarang banyak sekali hal seperti itu,” jelas dia.

Sebelumnya, terduga teroris perempuan, Zakiah Aini masuk ke Gedung Mabes Polri melalui pintu belakang pada Rabu, 31 Maret 2021, sekira pukul 16.30 WIB. Pelaku kemudian mengarah ke pos gerbang utama yang ada di Mabes Polri.

Sebelum menyerang petugas, Zakiah sempat menanyakan arah kantor pos kepada petugas. Sehingga, petugas memberikan pelayanan kepada pelaku.

“Ditunjukkan arah pos tersebut, namun kemudian yang bersangkutan kembali dan melakukan penyerangan terhadap anggota,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.