Densus Periksa Buderi Cs di Jateng Hingga Tiga Hari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baderi cs kelompok teroris yang terkait dengan Muhammad Thoriq masih diperiksa intensif di Jawa Tengah untuk menelusuri sejumlah bahan peledak yang masih berada di tangan kelompoknya.

Densus 88 Anti Teror Polri saat ini masih terus menggali informasi dari delapan orang terduga teroris yang diamankan Jumat malam (21/9/2012) dan pagi tadi Sabtu (22/9/2012) di sejumlah tempat di Surakarta, Jawa Tengah.

"Sementara kepada mereka masih diperiksa di daerah Jawa Tengah. Jadi belum ada yang dibawa ke Jakarta. Jadi diperkirakan dalam dua tiga hari mendatang mereka masih di Jawa Tengah untuk dituntaskan hasil dari pemeriksaan mereka," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2012).

Hingga saat ini tim Densus 88 Anti Teror Polri masih melakukan upaya pencarian di lapangan terkait kemungkinan-kemungkinan bahan peledak yang masih belum dikuasai petugas dari delapan terduga teroris yang ditangkap.

"(Delapan orang ini perannya) merakit dan menyimpan (bom)," ujar Boy. .

Penangkapan delapan orang terduga teroris di Surakarta diawali dengan penangkapan Rudi Kurnia Putra (45) di depan Solo Square saat turun dari bis yang sebelumnya telah dikuntit dari Cilacap pada Jumat malam (21/9/2012).

Kemudian dari penangkapan tersebut dikembangkan sampai akhirnya ditangkaplah Baderi Hartono (45) di depan rumahnya di Surakarta. Ia diduga kuat sebagai pimpinan kelompok teroris Thoriq Cs. Setelah itu, Densus bergerak cepat mencokok enam terduga teroris lainnya dan melakukan penggeledahan di beberapa rumah para terduga pelaku terorisme tersebut.

Berita Terkait: Penangkapan Terduga Teroris

  • Buderi Cs Kabur Setelah Ledakan Bom di Beji Depok
  • Kapolri: Ada 5 Jenis Bahan Peledak Siap Diledakkan
  • Belum Ditemukan Hubungan Kelompok Baderi Cs dan Farhan Cs
  • Buderi Cs Buruan Densus 88 Sejak dari Poso
  • Baderi dan Rudi Ajarkan Thoriq Merakit Bom
  • Polisi Sita Bom Cair dan Empat Bom Pipa
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.